Tips n Trik . 03/11/2026, 13:15 WIB

Mengapa Beberapa Dokumen PDF Tidak Bisa Disalin Teksnya? Ini Penyebabnya

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf


fin.co.id - Pernah menemukan dokumen PDF yang bisa dibuka dan dibaca, tetapi teks di dalamnya tidak dapat disalin? Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada dokumen hasil pemindaian, file yang dilindungi keamanan, atau PDF dengan format tertentu. Meskipun tulisan terlihat jelas di layar, komputer belum tentu mengenalinya sebagai teks yang bisa dipilih dan disalin.

Ada beberapa faktor teknis yang menyebabkan hal tersebut. Memahami penyebabnya dapat membantu pengguna menentukan cara yang tepat untuk mengambil informasi dari dokumen PDF tanpa harus mengetik ulang seluruh isinya.

1. PDF Berasal dari Hasil Pemindaian Dokumen

Salah satu penyebab paling umum adalah dokumen PDF dibuat dari hasil pemindaian menggunakan scanner atau kamera.

Dalam kondisi ini, setiap halaman PDF sebenarnya tersimpan sebagai gambar, bukan kumpulan karakter teks. Tulisan yang terlihat merupakan bagian dari gambar tersebut sehingga komputer tidak dapat langsung mengenali huruf, angka, maupun kata di dalamnya.

Sebagai contoh, seseorang memindai dokumen kontrak menggunakan mesin scanner kemudian menyimpannya dalam format PDF. Ketika file dibuka, seluruh tulisan terlihat normal. Namun, saat pengguna mencoba menyorot sebuah kalimat menggunakan kursor, tidak ada bagian teks yang bisa dipilih.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan teknologi Optical Character Recognition (OCR). Teknologi tersebut bekerja dengan menganalisis bentuk karakter dalam gambar, kemudian mengubahnya menjadi teks digital yang dapat dicari, dipilih, dan disalin.

2. Pembuat PDF Mengaktifkan Pembatasan Penyalinan

PDF juga memiliki fitur keamanan yang memungkinkan pembuat dokumen membatasi aktivitas tertentu.

Salah satunya adalah pengaturan izin yang mencegah pengguna menyalin teks dari dokumen. Pembatasan ini biasanya diterapkan pada file yang berisi materi berhak cipta, dokumen internal perusahaan, buku digital, atau informasi yang tidak boleh disebarluaskan secara bebas.

Akibatnya, pengguna mungkin tetap bisa membuka dokumen, membaca seluruh halaman, bahkan mencetaknya. Namun, fitur menyalin teks tidak dapat digunakan karena aktivitas tersebut dibatasi oleh pengaturan keamanan PDF.

Dalam standar PDF, pengaturan izin dapat mengatur berbagai tindakan, termasuk menyalin konten, mencetak, dan melakukan perubahan pada dokumen.

Perlu dipahami bahwa pembatasan tersebut berbeda dari PDF hasil pemindaian. Pada PDF hasil pemindaian, teks memang belum tentu tersedia sebagai karakter digital. Sementara itu, pada PDF yang dilindungi, teks bisa saja tersedia, tetapi aktivitas penyalinannya dibatasi.

3. Dokumen Menggunakan Font atau Encoding yang Tidak Umum

Masalah lain dapat muncul ketika PDF menggunakan jenis font atau sistem encoding tertentu yang tidak terbaca dengan baik oleh aplikasi pembuka dokumen.

Encoding merupakan sistem yang digunakan untuk merepresentasikan karakter dalam bentuk data digital. Jika pemetaan karakter di dalam PDF tidak tersimpan dengan benar atau tidak didukung oleh aplikasi tertentu, teks yang terlihat di layar belum tentu dapat diterjemahkan menjadi karakter yang sesuai ketika disalin.

Contohnya, pengguna menyalin sebuah paragraf dari PDF, tetapi hasil yang muncul justru berupa simbol aneh, huruf acak, atau karakter yang tidak sesuai dengan tulisan aslinya.

Kondisi ini dapat terjadi karena informasi pemetaan karakter atau tabel ToUnicode pada dokumen tidak tersedia, tidak lengkap, atau bermasalah.

Masalah tersebut tidak selalu berarti file PDF rusak. Bisa saja dokumen dibuat menggunakan perangkat lunak atau pengaturan font yang kurang kompatibel dengan aplikasi pembaca yang digunakan.

4. Teks PDF Disimpan dalam Bentuk Kurva atau Objek Grafis

Tidak semua tulisan yang terlihat dalam dokumen digital benar-benar disimpan sebagai teks.

Dalam proses desain, tulisan terkadang diubah menjadi bentuk vektor atau outline. Teknik ini sering digunakan untuk mempertahankan tampilan huruf agar tidak berubah ketika dokumen dibuka di perangkat berbeda.

Setelah diubah menjadi objek grafis, tulisan tersebut tidak lagi diperlakukan sebagai karakter teks biasa. Komputer hanya mengenalinya sebagai kumpulan garis dan bentuk yang membentuk tampilan huruf.

Akibatnya, pengguna tetap bisa membaca tulisan tersebut, tetapi tidak dapat menyalinnya menggunakan fitur seleksi teks.

Teknik seperti ini cukup sering ditemukan pada dokumen hasil desain grafis, brosur digital, materi presentasi, dan publikasi yang dibuat menggunakan aplikasi desain profesional.

5. Aplikasi Pembuka PDF Mengalami Masalah

Terkadang, penyebabnya bukan berasal dari dokumen, melainkan aplikasi yang digunakan untuk membukanya.

Setiap aplikasi pembaca PDF memiliki kemampuan dan cara kerja yang berbeda. Beberapa aplikasi mungkin tidak dapat menangani jenis font, encoding, atau struktur dokumen tertentu secara sempurna.

Akibatnya, fitur pemilihan dan penyalinan teks tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Misalnya, sebuah PDF tidak bisa disalin ketika dibuka melalui browser, tetapi teksnya justru dapat dipilih setelah dokumen dibuka menggunakan Adobe Acrobat Reader atau aplikasi pembaca PDF lainnya.

Karena itu, pengguna sebaiknya mencoba membuka file menggunakan aplikasi berbeda sebelum menyimpulkan bahwa dokumen tersebut memang tidak bisa disalin.

Bagaimana Cara Menyalin Teks dari PDF yang Tidak Bisa Disalin?

Ada beberapa cara yang dapat dicoba, tergantung pada penyebab masalahnya.

Pertama, gunakan fitur OCR apabila PDF berasal dari hasil pemindaian. Sejumlah aplikasi pengolah PDF menyediakan fitur pengenalan teks otomatis untuk mengubah tulisan dalam gambar menjadi karakter digital.

Kedua, coba buka dokumen menggunakan aplikasi pembaca PDF lain. Langkah ini berguna apabila masalah disebabkan oleh ketidakcocokan aplikasi atau kesalahan dalam membaca struktur dokumen.

Ketiga, periksa apakah dokumen memiliki pembatasan penyalinan. Jika file dilindungi oleh pengaturan keamanan, pengguna perlu meminta izin atau memperoleh salinan dokumen dengan hak akses yang sesuai dari pemiliknya.

Keempat, jika tulisan telah diubah menjadi objek grafis, teknologi OCR dapat menjadi alternatif untuk mengenali karakter yang terlihat pada halaman tersebut.

Pengguna juga perlu berhati-hati ketika mengunggah dokumen ke layanan OCR daring. Apabila PDF berisi data pribadi, kontrak, informasi keuangan, atau dokumen pekerjaan, sebaiknya gunakan aplikasi lokal yang tepercaya untuk menjaga kerahasiaan informasi.

Penutup

Dokumen PDF yang tidak bisa disalin teksnya tidak selalu mengalami kerusakan. Penyebabnya bisa berasal dari proses pemindaian, pembatasan keamanan, penggunaan font dan encoding tertentu, hingga tulisan yang sudah diubah menjadi objek grafis.

Teknologi OCR menjadi salah satu solusi penting karena mampu mengenali karakter dari gambar dan mengubahnya menjadi teks digital. Teknologi ini bekerja menggunakan pemrosesan citra dan pengenalan pola sehingga tulisan yang sebelumnya hanya terlihat sebagai gambar dapat diolah kembali oleh komputer.

Dengan memahami perbedaan setiap penyebab, pengguna dapat memilih solusi yang tepat tanpa harus mengetik ulang seluruh isi dokumen.

Referensi

  1. Adobe Acrobat User Guide - Recognize Text in Scanned Documents.

  2. ISO 32000-2:2020 - Document Management: Portable Document Format (PDF 2.0).

  3. The Unicode Standard - Unicode Technical Standard.

  4. Optical Character Recognition: An Illustrated Guide to the Technology - National Institute of Standards and Technology.

Tambahkan Cara Mengecek PenyebabnyaUbah Solusi Menjadi Langkah Praktis


           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com