Cyber . 01/11/2026, 11:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Mematikan GPS di HP tidak selalu berarti seluruh aktivitas pelacakan lokasi ikut berhenti. Beberapa aplikasi masih dapat memperkirakan posisi pengguna melalui alamat IP, jaringan internet, dan informasi lain yang tersedia dari perangkat. Namun, kemampuan tersebut berbeda dengan akses lokasi melalui GPS yang dapat menunjukkan posisi secara lebih akurat.
Hal ini penting dipahami karena banyak pengguna menganggap mematikan GPS sudah cukup untuk mencegah aplikasi mengetahui keberadaan mereka. Padahal, teknologi penentuan lokasi pada smartphone tidak hanya bergantung pada satu sistem.
GPS merupakan teknologi navigasi berbasis satelit yang digunakan untuk menentukan posisi perangkat di permukaan bumi. Smartphone menerima sinyal dari beberapa satelit untuk menghitung perkiraan koordinat lokasi, termasuk garis lintang dan garis bujur.
Ketika fitur lokasi dimatikan melalui pengaturan HP, akses aplikasi terhadap layanan lokasi perangkat biasanya dibatasi. Artinya, aplikasi yang sebelumnya dapat membaca koordinat GPS tidak lagi bisa memperoleh informasi tersebut melalui mekanisme layanan lokasi seperti biasanya.
Namun, smartphone masih memiliki sejumlah koneksi dan komponen lain yang dapat memberikan petunjuk mengenai lokasi pengguna. Misalnya, perangkat tetap dapat terhubung ke jaringan seluler, WiFi, dan internet selama fitur-fitur tersebut tidak ikut dimatikan.
Informasi dari koneksi tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan lokasi, meskipun tingkat ketepatannya tidak selalu sama dengan GPS.
Ada beberapa metode yang memungkinkan aplikasi atau layanan internet memperkirakan lokasi perangkat ketika GPS tidak aktif.
Setiap perangkat yang terhubung ke internet menggunakan alamat IP sebagai bagian dari proses komunikasi jaringan. Alamat IP tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai wilayah geografis tempat koneksi internet berasal.
Sebagai contoh, layanan tertentu dapat memperkirakan bahwa pengguna sedang mengakses internet dari Jakarta atau kota lain berdasarkan basis data alamat IP.
Akan tetapi, metode ini tidak selalu menunjukkan lokasi sebenarnya. Jika pengguna memakai jaringan seluler, VPN, atau koneksi internet dengan jalur pengalihan tertentu, lokasi yang terdeteksi bisa berbeda dari tempat pengguna berada.
Karena itu, alamat IP umumnya lebih berguna untuk memperkirakan wilayah atau lokasi jaringan daripada menentukan posisi seseorang secara tepat.
WiFi juga dapat menjadi sumber informasi lokasi. Sistem tertentu memiliki basis data yang menghubungkan identitas jaringan WiFi dengan perkiraan koordinat geografis.
Ketika perangkat mendeteksi jaringan di sekitarnya, informasi jaringan tersebut dapat membantu layanan penentuan lokasi memperkirakan posisi perangkat.
Metode ini sering digunakan sebagai bagian dari sistem penentuan lokasi berbasis jaringan. Dalam kondisi tertentu, hasilnya bahkan dapat cukup akurat, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki banyak titik akses WiFi.
Namun, kemampuan aplikasi untuk membaca informasi jaringan WiFi bergantung pada sistem operasi, izin yang diberikan, dan pembatasan privasi perangkat.
Jaringan seluler juga dapat memberikan petunjuk mengenai lokasi perangkat. Ketika HP terhubung ke jaringan operator, perangkat berkomunikasi dengan menara pemancar atau Base Transceiver Station (BTS).
Informasi mengenai menara yang melayani perangkat dapat digunakan untuk memperkirakan wilayah keberadaannya. Jika tersedia informasi dari beberapa menara sekaligus, perkiraan lokasi dapat dibuat dengan lebih baik.
Meski demikian, metode ini tidak selalu menghasilkan koordinat yang presisi. Jarak antarmenara, kondisi geografis, kepadatan jaringan, dan lingkungan sekitar dapat memengaruhi tingkat ketepatannya.
Perlu dibedakan bahwa kemampuan operator seluler memperkirakan lokasi perangkat tidak otomatis berarti setiap aplikasi di HP dapat mengakses data lokasi BTS secara bebas.
Aplikasi juga bisa mengetahui lokasi secara tidak langsung melalui informasi yang diberikan pengguna.
Contohnya, seseorang memasukkan alamat rumah, memilih kota tempat tinggal, mengunggah foto dengan informasi lokasi, atau melakukan check-in di suatu tempat.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan kebiasaan dan wilayah aktivitas pengguna. Bahkan ketika GPS tidak aktif, data yang pernah dibagikan sebelumnya masih dapat tersimpan di akun atau server layanan terkait.
Dengan demikian, pelacakan lokasi tidak selalu membutuhkan pembacaan koordinat GPS secara langsung.
Mematikan GPS di HP tidak selalu berarti seluruh aktivitas pelacakan lokasi ikut berhenti. Beberapa aplikasi dan layanan internet masih dapat memperkirakan posisi pengguna melalui alamat IP, jaringan WiFi, dan informasi lain yang tersedia dari perangkat.
Namun, kemampuan tersebut berbeda dengan akses lokasi melalui GPS yang dapat menunjukkan posisi secara lebih akurat. Hal ini penting dipahami karena banyak pengguna menganggap mematikan GPS sudah cukup untuk mencegah aplikasi mengetahui keberadaan mereka.
Padahal, teknologi penentuan lokasi pada smartphone tidak hanya bergantung pada satu sistem.
GPS merupakan teknologi navigasi berbasis satelit yang digunakan untuk menentukan posisi perangkat di permukaan bumi. Smartphone menerima sinyal dari beberapa satelit untuk menghitung perkiraan koordinat lokasi, termasuk garis lintang dan garis bujur.
Ketika fitur lokasi dimatikan melalui pengaturan HP, akses aplikasi terhadap layanan lokasi perangkat biasanya dibatasi. Artinya, aplikasi tidak bisa lagi memperoleh koordinat perangkat melalui layanan lokasi sistem seperti biasanya.
Namun, smartphone masih memiliki sejumlah koneksi dan komponen lain yang dapat memberikan petunjuk mengenai lokasi pengguna. Misalnya, perangkat tetap dapat terhubung ke jaringan seluler, WiFi, dan internet selama fitur-fitur tersebut tidak ikut dimatikan.
Informasi dari koneksi tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan lokasi, meskipun tingkat ketepatannya tidak selalu sama dengan GPS.
Ada beberapa metode yang memungkinkan aplikasi atau layanan internet memperkirakan lokasi perangkat ketika GPS tidak aktif.
Setiap perangkat yang terhubung ke internet menggunakan alamat IP sebagai bagian dari proses komunikasi jaringan. Alamat IP tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai wilayah geografis tempat koneksi internet berasal.
Sebagai contoh, layanan tertentu dapat memperkirakan bahwa pengguna sedang mengakses internet dari Jakarta atau kota lain berdasarkan basis data alamat IP.
Akan tetapi, metode ini tidak selalu menunjukkan lokasi sebenarnya. Jika pengguna memakai jaringan seluler, VPN, atau koneksi internet dengan jalur pengalihan tertentu, lokasi yang terdeteksi bisa berbeda dari tempat pengguna berada.
Karena itu, alamat IP umumnya lebih berguna untuk memperkirakan wilayah atau lokasi jaringan daripada menentukan posisi seseorang secara tepat.
WiFi juga dapat menjadi sumber informasi lokasi. Sistem tertentu memiliki basis data yang menghubungkan identitas jaringan WiFi dengan perkiraan koordinat geografis.
Ketika perangkat mendeteksi jaringan di sekitarnya, informasi jaringan tersebut dapat membantu layanan penentuan lokasi memperkirakan posisi perangkat.
Metode ini sering digunakan sebagai bagian dari sistem penentuan lokasi berbasis jaringan. Dalam kondisi tertentu, hasilnya bahkan dapat cukup akurat, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki banyak titik akses WiFi.
Namun, kemampuan aplikasi untuk membaca informasi jaringan WiFi bergantung pada sistem operasi, izin yang diberikan, dan pembatasan privasi perangkat.
Jaringan seluler juga dapat memberikan petunjuk mengenai lokasi perangkat. Ketika HP terhubung ke jaringan operator, perangkat berkomunikasi dengan menara pemancar atau Base Transceiver Station (BTS).
Informasi mengenai menara yang melayani perangkat dapat digunakan untuk memperkirakan wilayah keberadaannya. Jika tersedia informasi dari beberapa menara sekaligus, perkiraan lokasi dapat dibuat dengan lebih baik.
Meski demikian, metode ini tidak selalu menghasilkan koordinat yang presisi. Jarak antarmenara, kondisi geografis, kepadatan jaringan, dan lingkungan sekitar dapat memengaruhi tingkat ketepatannya.
Perlu dibedakan bahwa kemampuan operator seluler memperkirakan lokasi perangkat tidak otomatis berarti setiap aplikasi di HP dapat mengakses data lokasi BTS secara bebas.
Aplikasi juga bisa mengetahui lokasi secara tidak langsung melalui informasi yang diberikan pengguna.
Contohnya, seseorang memasukkan alamat rumah, memilih kota tempat tinggal, mengunggah foto dengan informasi lokasi, atau melakukan check-in di suatu tempat.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan kebiasaan dan wilayah aktivitas pengguna. Bahkan ketika GPS tidak aktif, data yang pernah dibagikan sebelumnya masih dapat tersimpan di akun atau server layanan terkait.
Dengan demikian, pelacakan lokasi tidak selalu membutuhkan pembacaan koordinat GPS secara langsung.
Tidak. Kemampuan setiap aplikasi bergantung pada sistem operasi, izin akses, jenis informasi yang tersedia, dan kebijakan privasi yang berlaku.
Google menjelaskan bahwa ketika pengaturan lokasi perangkat Android dimatikan, aplikasi dan layanan tidak dapat memperoleh lokasi perangkat melalui layanan lokasi Android. Namun, pengguna masih bisa menerima hasil pencarian lokal atau iklan berdasarkan alamat IP.
Apple juga menjelaskan bahwa aplikasi dan situs web masih dapat menggunakan informasi lain, seperti alamat IP koneksi internet, untuk memperkirakan lokasi pengguna meskipun Location Services dinonaktifkan.
Artinya, ada perbedaan antara mendapatkan koordinat lokasi langsung dari perangkat dan memperkirakan lokasi berdasarkan informasi jaringan.
Aplikasi yang tidak memiliki izin lokasi tidak serta-merta bisa membaca koordinat GPS secara diam-diam. Namun, layanan yang terhubung ke internet masih mungkin mengetahui perkiraan wilayah pengguna melalui informasi koneksi yang tersedia.
Pengguna yang ingin menjaga privasi lokasi dapat melakukan beberapa pengaturan tambahan. Mematikan GPS saja belum tentu cukup jika masih ada aplikasi yang memiliki izin akses lokasi ketika fitur tersebut diaktifkan kembali.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pada Android, buka Pengaturan, pilih Lokasi, kemudian masuk ke Izin Lokasi Aplikasi. Periksa aplikasi yang memiliki akses lokasi dan ubah izinnya menjadi Jangan Izinkan jika memang tidak diperlukan.
Pada iPhone, buka Pengaturan, pilih Privasi dan Keamanan, kemudian Location Services. Pengguna dapat menentukan aplikasi mana yang boleh mengakses lokasi.
Beberapa aplikasi membutuhkan lokasi meskipun sedang tidak dibuka. Contohnya adalah aplikasi navigasi, kebugaran, dan layanan berbagi lokasi.
Jika fitur tersebut tidak diperlukan, ubah izin menjadi hanya saat aplikasi digunakan atau pilih opsi yang tidak memberikan akses lokasi.
Android dan iPhone menyediakan pengaturan yang memungkinkan pengguna membatasi informasi lokasi presisi untuk aplikasi tertentu.
Dengan mengaktifkan opsi lokasi perkiraan, aplikasi hanya memperoleh gambaran wilayah yang lebih luas, bukan koordinat posisi yang sangat spesifik.
Fitur ini berguna untuk aplikasi yang hanya membutuhkan informasi kota atau wilayah, bukan lokasi pengguna secara tepat.
Selain izin lokasi, periksa juga informasi yang dibagikan melalui akun dan aplikasi. Hindari memberikan alamat rumah, lokasi tempat kerja, atau informasi keberadaan secara berlebihan jika tidak diperlukan.
Perhatikan pula pengaturan privasi pada aplikasi media sosial, terutama fitur check-in dan penambahan lokasi pada unggahan.
Mematikan GPS merupakan salah satu langkah untuk membatasi akses lokasi, tetapi bukan jaminan bahwa seluruh informasi mengenai keberadaan pengguna tidak dapat diketahui.
Jika perangkat masih terhubung ke internet, alamat IP dapat memberikan perkiraan wilayah koneksi. Operator seluler juga memiliki mekanisme jaringan yang dapat digunakan untuk memperkirakan lokasi perangkat dalam kondisi tertentu.
Google bahkan menjelaskan bahwa layanan lokasi darurat atau operator seluler masih dapat mengirimkan informasi lokasi kepada petugas tanggap darurat ketika pengguna melakukan panggilan atau mengirim pesan ke nomor darurat, meskipun pengaturan lokasi perangkat dimatikan.
Hal tersebut merupakan mekanisme khusus untuk keselamatan dan tidak sama dengan akses lokasi biasa oleh aplikasi.
Oleh karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya mengandalkan tombol GPS. Memeriksa izin aplikasi, membatasi akses lokasi latar belakang, dan memahami informasi yang dibagikan melalui internet merupakan bagian penting dari perlindungan privasi digital.
Aplikasi tidak selalu membutuhkan GPS untuk memperkirakan lokasi pengguna. Alamat IP, jaringan WiFi, informasi jaringan seluler, dan data yang dibagikan melalui akun dapat memberikan petunjuk mengenai keberadaan seseorang.
Namun, perlu dipahami bahwa memperkirakan wilayah melalui jaringan internet berbeda dengan memperoleh koordinat lokasi presisi dari GPS. Ketika layanan lokasi perangkat benar-benar dinonaktifkan, aplikasi pada umumnya tidak dapat mengambil lokasi perangkat melalui layanan tersebut.
Penjelasan ini sejalan dengan perkembangan teknologi geolokasi modern yang menggabungkan berbagai sumber informasi, bukan hanya sinyal satelit. Karena itu, menjaga privasi lokasi membutuhkan pengaturan izin aplikasi dan pengelolaan data digital secara menyeluruh, bukan sekadar mematikan GPS.
Google Android Help - Manage Your Android Device's Location Settings.
Google - How Google Uses Location Information.
Apple - Location Services & Privacy.
Apple Support - About Privacy and Location Services in iOS, iPadOS, and watchOS.
Android Developers - Request Location Permissions.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media