Tips n Trik

Cara Menghapus Data Pribadi dari Database Pinjaman Online, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan

Data pribadi yang pernah digunakan untuk mengajukan pinjaman online tidak selalu otomatis terhapus meskipun pinjaman sudah lunas atau akun aplikasi ditutup

Cara Menghapus Data Pribadi dari Database Pinjaman Online, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan
Cara Menghapus Data Pribadi, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Data pribadi yang pernah digunakan untuk mengajukan pinjaman online tidak selalu otomatis terhapus meskipun pinjaman sudah lunas atau akun aplikasi ditutup. Informasi seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat, foto KTP, hingga data rekening bisa saja masih tersimpan dalam sistem penyelenggara pinjaman.

Bagi pengguna yang ingin menjaga privasi, mengajukan penghapusan data merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua informasi bisa langsung dihapus karena perusahaan pinjaman online memiliki kewajiban tertentu untuk menyimpan catatan transaksi dan dokumen nasabah.

Mengapa Data Pribadi Masih Tersimpan Setelah Pinjaman Lunas?

Banyak pengguna menganggap bahwa melunasi pinjaman berarti seluruh informasi pribadi yang pernah diberikan kepada aplikasi akan ikut dihapus. Kenyataannya, kedua hal tersebut merupakan proses yang berbeda.

Perusahaan pinjaman online atau penyelenggara layanan pendanaan digital dapat menyimpan informasi pengguna untuk keperluan administrasi, pembuktian transaksi, pencegahan penipuan, audit, serta pemenuhan kewajiban hukum.

Data yang mungkin masih tersimpan meliputi identitas sesuai KTP, nomor telepon, alamat tempat tinggal, informasi pekerjaan, riwayat pengajuan pinjaman, catatan pembayaran, dan dokumen pendukung lainnya.

Selain itu, sebagian informasi dapat digunakan untuk memenuhi ketentuan pelaporan kepada lembaga atau otoritas terkait. Karena itu, penghapusan akun dari aplikasi belum tentu berarti seluruh data telah dihapus dari sistem perusahaan.

Cara Mengajukan Penghapusan Data Pribadi dari Pinjaman Online

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pengguna untuk meminta penghapusan informasi pribadi dari penyelenggara pinjaman online.

1. Pastikan Seluruh Pinjaman Sudah Diselesaikan

Sebelum mengajukan permintaan penghapusan data, pastikan tidak ada pinjaman yang masih berjalan, tagihan tertunggak, maupun kewajiban pembayaran lainnya.

Jika masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan, perusahaan biasanya tetap membutuhkan data pengguna untuk keperluan pengelolaan pinjaman tersebut.

Simpan bukti pelunasan, seperti kuitansi digital, riwayat pembayaran, atau surat keterangan lunas. Dokumen ini dapat digunakan apabila perusahaan membutuhkan bukti bahwa hubungan pendanaan telah diselesaikan.

2. Hubungi Layanan Pelanggan Resmi

Langkah berikutnya adalah menghubungi layanan pelanggan melalui alamat email, nomor telepon, atau pusat bantuan resmi yang tercantum pada aplikasi.

Sampaikan bahwa pengguna ingin mengajukan penghapusan atau pembatasan pemrosesan data pribadi yang sudah tidak diperlukan.

Jelaskan identitas akun yang digunakan dan minta informasi mengenai prosedur penghapusan data. Apabila memungkinkan, mintalah nomor tiket atau bukti tertulis bahwa permintaan tersebut telah diterima.

Hindari mengirimkan foto KTP atau dokumen sensitif melalui nomor tidak resmi yang mengaku sebagai petugas perusahaan.

3. Ajukan Permintaan Secara Tertulis

Permintaan penghapusan data sebaiknya disampaikan secara tertulis agar terdapat bukti komunikasi antara pengguna dan perusahaan.

Dalam permohonan tersebut, cantumkan nama sesuai identitas, nomor akun atau nomor telepon yang terdaftar, serta penjelasan mengenai data yang ingin dihapus.

Pengguna juga dapat meminta perusahaan menjelaskan jenis informasi yang masih disimpan, tujuan penyimpanannya, dan dasar hukum yang digunakan untuk mempertahankan data tersebut.

Dengan begitu, perusahaan tidak hanya menerima permintaan penghapusan, tetapi juga memiliki informasi yang jelas mengenai hak privasi yang sedang digunakan oleh nasabah.

4. Periksa Izin Akses Aplikasi di HP

Selain menghubungi perusahaan, pengguna juga perlu memeriksa izin aplikasi pinjaman online pada perangkat.

Buka menu pengaturan HP, masuk ke bagian aplikasi, kemudian pilih aplikasi pinjaman online yang digunakan. Periksa izin akses seperti kamera, mikrofon, lokasi, kontak, dan foto.

Cabut izin yang sudah tidak diperlukan. Langkah ini dapat membatasi akses aplikasi terhadap informasi tertentu pada perangkat.

Namun, perlu diketahui bahwa mencabut izin aplikasi tidak otomatis menghapus data yang sebelumnya sudah dikirimkan ke server perusahaan.

5. Ajukan Penghapusan Akun Jika Sudah Tidak Digunakan

Jika tidak lagi membutuhkan layanan pinjaman online, pengguna dapat mengajukan penutupan akun melalui fitur yang tersedia atau meminta bantuan layanan pelanggan.

Tanyakan apakah penutupan akun dapat disertai penghapusan data yang tidak lagi memiliki tujuan pemrosesan yang sah.

Simpan bukti permohonan dan jawaban perusahaan. Jangan langsung menghapus aplikasi sebelum menyelesaikan proses administrasi atau memperoleh informasi mengenai status akun.

6. Laporkan Jika Permintaan Tidak Ditanggapi

Apabila perusahaan tidak memberikan tanggapan yang memadai atau diduga menggunakan data pribadi secara tidak semestinya, pengguna dapat menyampaikan pengaduan kepada pihak berwenang.

Untuk penyelenggara pinjaman online yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengaduan dapat disampaikan melalui kanal resmi OJK.

Jika persoalannya berkaitan dengan dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi, pengguna juga dapat menempuh mekanisme pengaduan sesuai ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.


Apakah Perusahaan Pinjaman Online Wajib Menghapus Data Pengguna?

Di Indonesia, hak pengguna untuk meminta penghapusan data pribadi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Dalam Pasal 8, masyarakat memiliki hak untuk mengakhiri pemrosesan, menghapus, dan memusnahkan data pribadi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 43 juga mengatur kewajiban pengendali data untuk menghapus informasi pribadi dalam kondisi tertentu, misalnya ketika data sudah tidak diperlukan, persetujuan pemrosesan ditarik kembali, terdapat permintaan dari pemilik data, atau data diperoleh dan diproses secara melawan hukum.

Namun, hak tersebut bukan berarti semua data wajib langsung dihapus begitu pengguna memintanya.

Khusus penyelenggara layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi atau LPBBTI, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40 Tahun 2024 mengatur kewajiban penyimpanan data pribadi dalam sistem elektronik paling singkat lima tahun sejak hubungan usaha berakhir.

Peraturan tersebut juga mewajibkan penyelenggara menyediakan mekanisme bagi pengguna untuk mengajukan penghapusan data. Artinya, permintaan tetap dapat disampaikan, tetapi pelaksanaannya harus memperhatikan kewajiban penyimpanan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Contoh Pesan untuk Meminta Penghapusan Data

Agar lebih mudah, pengguna bisa mengirimkan permohonan tertulis melalui layanan pelanggan atau alamat email resmi perusahaan pinjaman online.

Berikut contoh pesan yang dapat digunakan:

Subjek: Permohonan Penghapusan Data Pribadi

Kepada Tim Layanan Pelanggan,

Saya ingin mengajukan permohonan penghapusan data pribadi yang sudah tidak diperlukan untuk pemrosesan layanan pada akun pinjaman online saya.

Seluruh kewajiban pinjaman telah diselesaikan. Sehubungan dengan hal tersebut, saya meminta informasi mengenai data pribadi yang masih tersimpan, tujuan penyimpanannya, serta kemungkinan penghapusan sesuai ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku.

Apabila terdapat data yang wajib disimpan berdasarkan peraturan perundang-undangan, mohon diberikan penjelasan mengenai jenis data dan jangka waktu penyimpanannya.

Saya juga meminta agar data pribadi saya tidak digunakan untuk tujuan lain di luar dasar pemrosesan yang sah.

Terima kasih.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menghapus Data

Pengguna sebaiknya tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jasa penghapusan data pinjaman online dengan imbalan sejumlah uang.

Penghapusan data harus dilakukan melalui mekanisme resmi perusahaan atau jalur pengaduan yang berwenang. Jangan memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun foto identitas kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.

Selain itu, menghapus aplikasi dari HP, mengganti nomor telepon, atau menghapus akun bukan jaminan bahwa informasi yang pernah dikirimkan sudah hilang dari database perusahaan.

Cara Menghapus Data Pribadi dari Database Pinjaman Online, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan

Data pribadi yang pernah digunakan untuk mengajukan pinjaman online tidak selalu otomatis terhapus meskipun pinjaman sudah lunas atau akun aplikasi ditutup. Informasi seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat, foto KTP, hingga data rekening bisa saja masih tersimpan dalam sistem penyelenggara pinjaman.

Bagi pengguna yang ingin menjaga privasi, mengajukan penghapusan data merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua informasi bisa langsung dihapus karena perusahaan pinjaman online memiliki kewajiban tertentu untuk menyimpan catatan transaksi dan dokumen nasabah.

Mengapa Data Pribadi Masih Tersimpan Setelah Pinjaman Lunas?

Banyak pengguna menganggap bahwa melunasi pinjaman berarti seluruh informasi pribadi yang pernah diberikan kepada aplikasi akan ikut dihapus. Kenyataannya, kedua hal tersebut merupakan proses yang berbeda.

Perusahaan pinjaman online atau penyelenggara layanan pendanaan digital dapat menyimpan informasi pengguna untuk keperluan administrasi, pembuktian transaksi, pencegahan penipuan, audit, serta pemenuhan kewajiban hukum.

Data yang mungkin masih tersimpan meliputi identitas sesuai KTP, nomor telepon, alamat tempat tinggal, informasi pekerjaan, riwayat pengajuan pinjaman, catatan pembayaran, dan dokumen pendukung lainnya.

Selain itu, sebagian informasi dapat digunakan untuk memenuhi ketentuan pelaporan kepada lembaga atau otoritas terkait. Karena itu, penghapusan akun dari aplikasi belum tentu berarti seluruh data telah dihapus dari sistem perusahaan.

Cara Mengajukan Penghapusan Data Pribadi dari Pinjaman Online

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pengguna untuk meminta penghapusan informasi pribadi dari penyelenggara pinjaman online.

1. Pastikan Seluruh Pinjaman Sudah Diselesaikan

Sebelum mengajukan permintaan penghapusan data, pastikan tidak ada pinjaman yang masih berjalan, tagihan tertunggak, maupun kewajiban pembayaran lainnya.

Jika masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan, perusahaan biasanya tetap membutuhkan data pengguna untuk keperluan pengelolaan pinjaman tersebut.

Simpan bukti pelunasan, seperti kuitansi digital, riwayat pembayaran, atau surat keterangan lunas. Dokumen ini dapat digunakan apabila perusahaan membutuhkan bukti bahwa hubungan pendanaan telah diselesaikan.

2. Hubungi Layanan Pelanggan Resmi

Langkah berikutnya adalah menghubungi layanan pelanggan melalui alamat email, nomor telepon, atau pusat bantuan resmi yang tercantum pada aplikasi.

Sampaikan bahwa pengguna ingin mengajukan penghapusan atau pembatasan pemrosesan data pribadi yang sudah tidak diperlukan.

Jelaskan identitas akun yang digunakan dan minta informasi mengenai prosedur penghapusan data. Apabila memungkinkan, mintalah nomor tiket atau bukti tertulis bahwa permintaan tersebut telah diterima.

Hindari mengirimkan foto KTP atau dokumen sensitif melalui nomor tidak resmi yang mengaku sebagai petugas perusahaan.

3. Ajukan Permintaan Secara Tertulis

Permintaan penghapusan data sebaiknya disampaikan secara tertulis agar terdapat bukti komunikasi antara pengguna dan perusahaan.

Dalam permohonan tersebut, cantumkan nama sesuai identitas, nomor akun atau nomor telepon yang terdaftar, serta penjelasan mengenai data yang ingin dihapus.

Pengguna juga dapat meminta perusahaan menjelaskan jenis informasi yang masih disimpan, tujuan penyimpanannya, dan dasar hukum yang digunakan untuk mempertahankan data tersebut.

Dengan begitu, perusahaan tidak hanya menerima permintaan penghapusan, tetapi juga memiliki informasi yang jelas mengenai hak privasi yang sedang digunakan oleh nasabah.

4. Periksa Izin Akses Aplikasi di HP

Selain menghubungi perusahaan, pengguna juga perlu memeriksa izin aplikasi pinjaman online pada perangkat.

Buka menu pengaturan HP, masuk ke bagian aplikasi, kemudian pilih aplikasi pinjaman online yang digunakan. Periksa izin akses seperti kamera, mikrofon, lokasi, kontak, dan foto.

Cabut izin yang sudah tidak diperlukan. Langkah ini dapat membatasi akses aplikasi terhadap informasi tertentu pada perangkat.

Namun, perlu diketahui bahwa mencabut izin aplikasi tidak otomatis menghapus data yang sebelumnya sudah dikirimkan ke server perusahaan.

5. Ajukan Penghapusan Akun Jika Sudah Tidak Digunakan

Jika tidak lagi membutuhkan layanan pinjaman online, pengguna dapat mengajukan penutupan akun melalui fitur yang tersedia atau meminta bantuan layanan pelanggan.

Tanyakan apakah penutupan akun dapat disertai penghapusan data yang tidak lagi memiliki tujuan pemrosesan yang sah.

Simpan bukti permohonan dan jawaban perusahaan. Jangan langsung menghapus aplikasi sebelum menyelesaikan proses administrasi atau memperoleh informasi mengenai status akun.

6. Laporkan Jika Permintaan Tidak Ditanggapi

Apabila perusahaan tidak memberikan tanggapan yang memadai atau diduga menggunakan data pribadi secara tidak semestinya, pengguna dapat menyampaikan pengaduan kepada pihak berwenang.

Untuk penyelenggara pinjaman online yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengaduan dapat disampaikan melalui kanal resmi OJK.

Jika persoalannya berkaitan dengan dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi, pengguna juga dapat menempuh mekanisme pengaduan sesuai ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

Apakah Perusahaan Pinjaman Online Wajib Menghapus Data Pengguna?

Di Indonesia, hak pengguna untuk meminta penghapusan data pribadi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Dalam Pasal 8, masyarakat memiliki hak untuk mengakhiri pemrosesan, menghapus, dan memusnahkan data pribadi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 43 juga mengatur kewajiban pengendali data untuk menghapus informasi pribadi dalam kondisi tertentu, misalnya ketika data sudah tidak diperlukan, persetujuan pemrosesan ditarik kembali, terdapat permintaan dari pemilik data, atau data diperoleh dan diproses secara melawan hukum.

Namun, hak tersebut bukan berarti semua data wajib langsung dihapus begitu pengguna memintanya.

Khusus penyelenggara layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi atau LPBBTI, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40 Tahun 2024 mengatur kewajiban penyimpanan data pribadi dalam sistem elektronik paling singkat lima tahun sejak hubungan usaha berakhir.

Peraturan tersebut juga mewajibkan penyelenggara menyediakan mekanisme bagi pengguna untuk mengajukan penghapusan data. Artinya, permintaan tetap dapat disampaikan, tetapi pelaksanaannya harus memperhatikan kewajiban penyimpanan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Contoh Pesan untuk Meminta Penghapusan Data

Agar lebih mudah, pengguna bisa mengirimkan permohonan tertulis melalui layanan pelanggan atau alamat email resmi perusahaan pinjaman online.

Berikut contoh pesan yang dapat digunakan:

Subjek: Permohonan Penghapusan Data Pribadi

Kepada Tim Layanan Pelanggan,

Saya ingin mengajukan permohonan penghapusan data pribadi yang sudah tidak diperlukan untuk pemrosesan layanan pada akun pinjaman online saya.

Seluruh kewajiban pinjaman telah diselesaikan. Sehubungan dengan hal tersebut, saya meminta informasi mengenai data pribadi yang masih tersimpan, tujuan penyimpanannya, serta kemungkinan penghapusan sesuai ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku.

Apabila terdapat data yang wajib disimpan berdasarkan peraturan perundang-undangan, mohon diberikan penjelasan mengenai jenis data dan jangka waktu penyimpanannya.

Saya juga meminta agar data pribadi saya tidak digunakan untuk tujuan lain di luar dasar pemrosesan yang sah.

Terima kasih.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menghapus Data

Pengguna sebaiknya tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jasa penghapusan data pinjaman online dengan imbalan sejumlah uang.

Penghapusan data harus dilakukan melalui mekanisme resmi perusahaan atau jalur pengaduan yang berwenang. Jangan memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun foto identitas kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.

Selain itu, menghapus aplikasi dari HP, mengganti nomor telepon, atau menghapus akun bukan jaminan bahwa informasi yang pernah dikirimkan sudah hilang dari database perusahaan.

Penutup

Menghapus data pribadi dari database pinjaman online merupakan salah satu upaya untuk menjaga keamanan informasi dan privasi pengguna. Hak tersebut telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.

Meski demikian, penghapusan tidak selalu bisa dilakukan secara menyeluruh karena perusahaan pinjaman online juga memiliki kewajiban penyimpanan informasi berdasarkan peraturan OJK. Oleh karena itu, pengguna perlu mengajukan permohonan melalui jalur resmi dan memahami bahwa perlindungan data bukan hanya tentang menghapus informasi, tetapi juga memastikan data yang masih disimpan tidak digunakan secara sembarangan.

Referensi

  1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Kementerian Komunikasi dan Digital.

  2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Otoritas Jasa Keuangan.

  3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 19/SEOJK.06/2025 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.

Berita Terkait