Jangan Mudah Percaya, Ini Daftar Modus Penipuan Online yang Makin Marak
Penipuan online semakin sulit dikenali karena pelaku tidak lagi mengandalkan pesan mencurigakan dengan tata bahasa berantakan. Mereka kini bisa menyamar
Sebelum membayar, periksa kembali nama penerima yang muncul pada aplikasi pembayaran. Jangan hanya mengandalkan tampilan QR Code.
18. Penipuan Donasi
Pelaku membuat kampanye donasi palsu dengan menggunakan foto, cerita, atau identitas korban bencana maupun orang yang membutuhkan bantuan.
Karena memanfaatkan rasa empati, korban sering tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelum berdonasi, pastikan organisasi atau rekening penerima dapat diverifikasi dan informasi kampanye berasal dari sumber yang kredibel.
Baca Juga
19. Recovery Scam
Recovery scam merupakan penipuan terhadap orang yang sebelumnya sudah menjadi korban.
Pelaku menghubungi korban dan mengaku dapat membantu mengembalikan uang yang hilang. Mereka kemudian meminta biaya administrasi, pajak, jasa hukum, atau pembayaran lainnya.
OJK juga telah mengidentifikasi recovery scam sebagai salah satu perkembangan modus penipuan.
Artinya, setelah menjadi korban penipuan, seseorang masih dapat menjadi target untuk kedua kalinya.
Baca Juga
20. Penipuan Digital dengan Modus yang Menggabungkan Beberapa Teknik
Pelaku tidak selalu menggunakan satu modus saja.
Sebagai contoh, korban dapat menerima fake call yang kemudian diarahkan membuka tautan phishing. Setelah itu korban diminta memasang APK dan memberikan OTP.
Ada pula penipuan investasi yang dimulai melalui media sosial, dilanjutkan dengan komunikasi pribadi, kemudian korban diarahkan ke grup percakapan dan diminta melakukan deposit.
Perkembangan seperti ini membuat masyarakat perlu mengenali pola penipuannya, bukan hanya menghafal nama modus.