Jangan Mudah Percaya, Ini Daftar Modus Penipuan Online yang Makin Marak
Penipuan online semakin sulit dikenali karena pelaku tidak lagi mengandalkan pesan mencurigakan dengan tata bahasa berantakan. Mereka kini bisa menyamar
11. Penipuan Kurir dan Paket
Korban menerima pesan bahwa ada paket yang bermasalah, alamat perlu diperbarui, atau biaya pengiriman harus dibayar.
Pelaku kemudian mengirimkan tautan atau meminta korban mengunduh aplikasi tertentu.
Modus ini memanfaatkan kebiasaan masyarakat menerima paket dari berbagai layanan sehingga korban sering tidak langsung curiga.
12. Penipuan Refund atau Salah Transfer
Baca Juga
Pelaku mengaku salah transfer atau mengatakan korban menerima pengembalian dana.
Korban kemudian diminta mengirimkan uang kembali, membayar biaya tertentu, atau memberikan informasi rekening.
Dalam skenario lain, pelaku berpura-pura sebagai layanan pelanggan dan menawarkan bantuan untuk proses refund. Tujuannya tetap sama, yaitu mendapatkan akses atau uang korban.
13. Account Takeover dan Pencurian OTP
Pelaku berusaha mengambil alih akun korban dengan mendapatkan password, kode OTP, PIN, atau informasi autentikasi lainnya.
Baca Juga
OTP sering dijadikan target karena dapat menjadi bagian penting dari proses verifikasi transaksi atau login.
Prinsip paling penting adalah jangan pernah memberikan OTP atau PIN kepada orang lain, termasuk seseorang yang mengaku sebagai petugas bank atau perusahaan.
14. Love Scam
Love scam memanfaatkan hubungan emosional.
Pelaku biasanya membangun komunikasi dalam waktu tertentu melalui media sosial atau aplikasi kencan. Setelah kepercayaan terbentuk, muncul berbagai alasan untuk meminta uang.