Jangan Mudah Percaya, Ini Daftar Modus Penipuan Online yang Makin Marak
Penipuan online semakin sulit dikenali karena pelaku tidak lagi mengandalkan pesan mencurigakan dengan tata bahasa berantakan. Mereka kini bisa menyamar
Alasannya bisa berupa keadaan darurat, biaya perjalanan, masalah kesehatan, kebutuhan bisnis, atau kebutuhan lainnya.
Modus ini berbahaya karena korban tidak merasa sedang bertransaksi dengan penipu, tetapi merasa sedang membantu seseorang yang dipercaya.
15. Penipuan Deepfake dan Voice Cloning
Teknologi AI membuat penipuan impersonasi menjadi semakin meyakinkan.
Pelaku dapat menggunakan suara yang menyerupai seseorang untuk melakukan panggilan atau membuat konten visual yang seolah-olah menampilkan orang tertentu.
Baca Juga
Jika menerima permintaan uang dari anggota keluarga, teman, atasan, atau pihak penting melalui panggilan yang terasa tidak biasa, jangan langsung melakukan transfer.
Verifikasi melalui saluran lain yang sudah diketahui benar.
16. Penipuan Task atau Pekerjaan Berkomisi
Modus ini biasanya dimulai dengan pekerjaan sederhana seperti memberikan rating, menyukai konten, mengikuti akun, atau menyelesaikan tugas tertentu.
Pada tahap awal, korban mungkin benar-benar mendapatkan komisi kecil. Setelah percaya, korban ditawarkan tugas dengan nilai lebih besar tetapi harus menyetor sejumlah uang terlebih dahulu.
Baca Juga
Setelah nominal deposit meningkat, uang korban dapat sulit atau tidak bisa ditarik.
OJK juga mencermati modus jasa periklanan dengan sistem deposit yang menawarkan penghasilan dari aktivitas sederhana tetapi kemudian mensyaratkan setoran dana.
17. Penipuan QRIS atau QR Code
QR Code yang terlihat normal dapat mengarahkan korban ke tujuan pembayaran yang berbeda.
Salah satu modus yang telah diidentifikasi IASC adalah QRIS palsu yang ditempelkan pada merchant sehingga pembayaran korban masuk ke rekening pelaku.