Gadget . 21/09/2026, 11:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Perkembangan AI membuat smart glasses kembali mendapatkan momentum setelah berbagai percobaan kacamata pintar pada masa lalu belum berhasil menjadi perangkat komputasi utama.
Perbedaannya sekarang terletak pada kecerdasan buatan multimodal. Kamera dan mikrofon tidak lagi hanya digunakan untuk merekam, tetapi dapat menjadi sumber informasi bagi AI untuk memahami lingkungan pengguna.
Google, Meta, Snap dan perusahaan teknologi lainnya menunjukkan bahwa perlombaan menuju perangkat komputasi setelah smartphone semakin serius.
Namun, bukti perkembangan teknologi saat ini belum menunjukkan bahwa smartphone akan segera hilang. Keterbatasan baterai, ukuran perangkat, kebutuhan layar besar dan persoalan privasi masih menjadi tantangan.
Dalam jangka dekat, smart glasses justru berpotensi memperpanjang fungsi smartphone: HP tetap menjadi pusat komputasi, sementara kacamata menjadi antarmuka AI yang selalu tersedia di depan mata. Jika teknologi baterai, layar, chip dan AI terus berkembang, barulah ketergantungan manusia terhadap layar smartphone berpeluang semakin berkurang.
Referensi:
Google, "Intelligent Eyewear with Gemini Is Coming This Fall", 19 Mei 2026.
Google, "Android XR: A New Platform Built for Headsets and Glasses".
Meta, "We're Partnering With EssilorLuxottica to Launch Meta Glasses", 23 Juni 2026.
Meta, "Meta's AI Glasses: Your Questions Answered", 7 Juli 2026.
Reuters, "French Prosecutors and Regulators Step Up Scrutiny on Smart Glasses", 18 September 2026.
Reuters, "Snap Targets Enterprises with Salesforce, Nvidia AI Tools for Specs AR Glasses", 16 September 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media