Tips n Trik

AI Bisa Meniru Suara Manusia, Begini Cara Mengenali Panggilan Palsu

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat suara buatan semakin sulit dibedakan dari suara manusia asli. Teknologi yang

AI Bisa Meniru Suara Manusia, Begini Cara Mengenali Panggilan Palsu
Panggikan Palsu, , Ilustrasi: DALL·E 3

Permintaan untuk bertindak cepat justru menjadi salah satu tanda yang patut dicurigai.

Jika seseorang yang terdengar seperti anggota keluarga tiba-tiba meminta transfer uang dalam kondisi darurat, jangan langsung mengikuti permintaan tersebut.

Perhatikan Cara Bicara dan Pilihan Kata

Meskipun teknologi AI semakin canggih, beberapa panggilan sintetis terkadang masih memperlihatkan ketidakwajaran.

Federal Bureau of Investigation (FBI) menyarankan masyarakat memperhatikan nada suara dan pilihan kata ketika menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan.

Beberapa suara sintetis dapat memperlihatkan jeda yang terasa tidak alami, perubahan intonasi yang aneh, respons yang sedikit terlambat, atau pilihan kata yang berbeda dari kebiasaan orang yang sedang ditiru.

Namun, indikator tersebut tidak boleh dijadikan satu-satunya cara untuk menentukan apakah panggilan asli atau palsu.

FBI mengingatkan bahwa konten yang dihasilkan AI telah berkembang hingga dalam beberapa kondisi sulit dikenali hanya melalui pengamatan manusia.

Dengan kata lain, semakin bagus teknologi voice cloning, semakin tidak dapat diandalkan metode "mendengarkan keanehan suara" sebagai perlindungan utama.

Jangan Percaya Caller ID Sepenuhnya

Nomor telepon yang terlihat familiar juga bukan jaminan.

Teknologi caller ID spoofing dapat digunakan untuk membuat nomor tertentu muncul pada layar penerima. Karena itu, panggilan yang seolah berasal dari nomor atau institusi yang dikenal tetap perlu diverifikasi jika meminta uang atau informasi sensitif.

Jika seseorang mengaku berasal dari bank, misalnya, jangan langsung memberikan nomor kartu, PIN, password, atau kode OTP.

Akhiri panggilan kemudian hubungi bank menggunakan nomor resmi yang terdapat pada aplikasi resmi, kartu, atau dokumen terpercaya.

Prinsip serupa dapat diterapkan ketika seseorang mengaku sebagai anggota keluarga.

Berita Terkait