Laptop Jarang Dipakai tetapi Baterainya Tetap Turun, Apa Penyebabnya?
Laptop yang jarang digunakan seharusnya membuat baterai bertahan lebih lama. Namun, tidak sedikit pengguna yang menemukan kondisi sebaliknya. Laptop ditinggal
fin.co.id - Laptop yang jarang digunakan seharusnya membuat baterai bertahan lebih lama. Namun, tidak sedikit pengguna yang menemukan kondisi sebaliknya. Laptop ditinggalkan selama beberapa hari dengan baterai 80 persen, tetapi ketika kembali dinyalakan kapasitasnya sudah turun menjadi 70 persen, 60 persen, atau bahkan lebih rendah.
Kondisi tersebut tidak selalu menandakan baterai rusak. Laptop modern masih dapat menggunakan sejumlah kecil energi meskipun terlihat tidak digunakan, terutama jika perangkat sebenarnya berada dalam mode Sleep dan bukan benar-benar dimatikan.
Selain itu, baterai lithium-ion juga memiliki karakteristik alami berupa self-discharge atau pelepasan daya secara perlahan ketika disimpan.
Mode Sleep Tidak Sama dengan Laptop Dimatikan
Salah satu penyebab paling umum adalah laptop hanya berada dalam mode Sleep.
Baca Juga
Ketika laptop masuk Sleep, layar memang mati dan perangkat terlihat tidak bekerja. Namun, beberapa bagian sistem masih membutuhkan daya agar laptop dapat kembali digunakan dengan cepat.
Kondisi ini semakin relevan pada laptop Windows modern yang menggunakan fitur Modern Standby. Microsoft menjelaskan bahwa Modern Standby dirancang memberikan pengalaman menyerupai smartphone. Perangkat dapat berada dalam kondisi berdaya rendah, tetapi sistem tetap mampu merespons aktivitas tertentu.
Artinya, laptop yang tutup layarnya sudah ditutup belum tentu benar-benar berhenti bekerja.
Dalam kondisi tertentu, koneksi jaringan, proses sistem, sinkronisasi aplikasi, hingga pemeliharaan Windows masih dapat menyebabkan sistem aktif untuk waktu singkat. Microsoft juga menyebut Windows Update sebagai salah satu aktivitas yang dapat membangunkan sistem dari kondisi Modern Standby.
Akumulasi aktivitas kecil selama berjam-jam atau berhari-hari dapat membuat persentase baterai berkurang.
Baca Juga
Modern Standby Bisa Membuat Baterai Terus Terpakai
Modern Standby menggunakan kondisi yang dikenal sebagai S0 low-power idle. Sistem dirancang agar sebagian komponen dapat tetap siap bekerja meskipun layar laptop sudah mati.
Microsoft menjelaskan bahwa Windows dan perangkat keras dapat mendengarkan peristiwa tertentu, seperti aktivitas jaringan atau input pengguna. Sistem kemudian dapat aktif ketika diperlukan untuk menjalankan aktivitas tertentu.
Konsep tersebut memberikan keuntungan berupa waktu bangun laptop yang sangat cepat. Namun, konsekuensinya, Sleep tidak dapat disamakan dengan kondisi mati total.
Microsoft bahkan menyediakan fitur SleepStudy untuk menganalisis konsumsi baterai ketika komputer berada dalam Modern Standby. Laporan tersebut dapat menunjukkan sesi tidur, jumlah energi yang dikonsumsi, serta komponen yang paling aktif selama laptop seharusnya berada dalam kondisi berdaya rendah.