Tips n Trik . 09/09/2026, 16:00 WIB

Apakah Data Chat dengan AI Aman? Ini yang Perlu Dipahami Pengguna

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat banyak pekerjaan terasa lebih praktis. Pengguna dapat meminta AI merangkum dokumen, mencari ide tulisan, membuat konsep email, menerjemahkan teks, hingga membantu memahami topik yang rumit. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah data percakapan dengan AI benar-benar aman?

Jawabannya tidak bisa hanya dijawab dengan “aman” atau “tidak aman”. Tingkat keamanan data bergantung pada layanan AI yang dipakai, jenis akun, pengaturan privasi, cara penyedia layanan menangani data, serta informasi yang dimasukkan oleh pengguna. Karena itu, pengguna perlu memahami bahwa ruang chat AI bukan tempat yang tepat untuk membagikan seluruh data pribadi atau rahasia.

Data Apa Saja yang Bisa Masuk ke Percakapan AI?

Data chat dengan AI tidak selalu berbentuk teks pertanyaan sederhana. Saat seseorang memakai AI, informasi yang dikirim dapat mencakup isi percakapan, dokumen yang diunggah, gambar, rekaman suara, instruksi kerja, hingga data yang tertulis tanpa disadari di dalam sebuah file.

Contohnya, pengguna mungkin mengunggah dokumen pekerjaan untuk diringkas. Dokumen itu dapat memuat nama klien, nomor telepon, alamat email, angka keuangan, strategi bisnis, atau informasi internal perusahaan. Jika data seperti ini dimasukkan tanpa disaring, risiko privasinya tentu lebih besar dibandingkan ketika pengguna hanya bertanya tentang resep masakan atau tips mengatasi laptop lambat.

Informasi sensitif yang sebaiknya tidak dimasukkan ke chat AI antara lain kata sandi, kode OTP, nomor kartu debit atau kredit, nomor rekening, foto identitas, nomor paspor, data medis lengkap, dokumen hukum rahasia, serta informasi perusahaan yang belum boleh dipublikasikan.

Tidak Semua Layanan AI Memperlakukan Data dengan Cara yang Sama

Setiap penyedia AI memiliki kebijakan dan pengaturan data yang berbeda. Ada layanan konsumen yang dapat menggunakan konten pengguna untuk membantu meningkatkan model, tergantung pada pilihan pengaturan akun dan kebijakan yang berlaku. Sebagian layanan juga menyediakan opsi untuk menonaktifkan penggunaan percakapan sebagai bahan peningkatan model.

Dalam dokumentasi resminya, OpenAI menjelaskan bahwa pengguna dapat mengatur penggunaan data untuk peningkatan model. OpenAI juga menyediakan fitur Temporary Chat yang dirancang agar percakapan tidak masuk ke riwayat chat dan tidak digunakan untuk melatih model. Meski demikian, pengguna tetap perlu membaca penjelasan privasi pada layanan yang sedang dipakai karena kebijakan penyimpanan serta pemeriksaan data dapat berbeda.

Untuk penggunaan bisnis dan API, perlakuan data juga dapat berbeda dari layanan konsumen. Dokumentasi OpenAI untuk platform API menyebut data yang dikirim melalui API tidak digunakan untuk melatih atau meningkatkan model secara default, kecuali pengguna memilih untuk membagikannya. Perbedaan inilah yang membuat pengguna tidak boleh menyamaratakan semua layanan AI.

Risiko Bukan Hanya Berasal dari Sistem AI

Banyak orang mengira risiko data hanya muncul jika sistem AI diretas. Padahal, kebocoran juga bisa terjadi akibat kebiasaan pengguna sendiri. Misalnya, pengguna memakai kata sandi yang sama di banyak akun, lupa keluar dari perangkat umum, membagikan tautan percakapan, atau memberi akses aplikasi pihak ketiga tanpa membaca izin yang diminta.

Risiko lain muncul ketika pengguna terlalu mempercayai jawaban AI. AI dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan, tetapi belum tentu benar, lengkap, atau sesuai konteks. Dalam urusan kesehatan, hukum, keuangan, dan keamanan akun, jawaban AI perlu diperiksa kembali melalui sumber resmi atau tenaga ahli yang berwenang.

NIST, lembaga standar dan teknologi dari Amerika Serikat, turut menempatkan privasi, keamanan siber, ketidakakuratan informasi, dan pelanggaran kekayaan intelektual sebagai risiko penting dalam pemanfaatan AI generatif. Artinya, penggunaan AI yang aman tidak hanya soal menjaga kerahasiaan data, tetapi juga memastikan informasi hasil AI tidak dipakai secara mentah untuk mengambil keputusan penting.

Langkah Sederhana agar Chat dengan AI Lebih Aman

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com