Tips n Trik . 09/09/2026, 15:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Membuat presentasi kerap terasa memakan waktu, terutama ketika seseorang harus merangkum bahan panjang, menyusun alur pembahasan, memilih visual, hingga memastikan setiap slide mudah dipahami audiens. Kehadiran kecerdasan buatan atau AI kini dapat memangkas sebagian proses tersebut. Namun, AI sebaiknya dipandang sebagai alat bantu untuk mempercepat kerja, bukan pengganti sepenuhnya bagi penalaran, pengalaman, dan tanggung jawab pembuat presentasi.
AI dapat membantu menghasilkan kerangka awal, meringkas dokumen, menulis draf poin utama, membuat ide visual, hingga menyarankan susunan slide. Microsoft menjelaskan bahwa Copilot di PowerPoint dapat membantu membuat presentasi melalui perintah sederhana serta memanfaatkan materi dari dokumen yang tersedia. Fitur seperti ini bermanfaat, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa sebelum dipakai di ruang rapat, kelas, maupun forum publik.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah langsung meminta AI membuat presentasi tanpa menjelaskan tujuan akhirnya. Akibatnya, AI dapat menghasilkan slide yang panjang, umum, dan tidak sesuai dengan kebutuhan audiens.
Sebelum membuka alat AI, tentukan terlebih dahulu tiga hal: siapa audiensnya, masalah apa yang ingin dibahas, dan tindakan apa yang diharapkan setelah presentasi selesai. Presentasi untuk calon klien tentu membutuhkan gaya berbeda dengan materi untuk pelajar, atasan, atau rekan kerja internal.
Contoh perintah yang kurang tepat adalah, “Buatkan presentasi tentang keamanan digital.” Perintah tersebut terlalu luas sehingga AI hanya akan memberi penjelasan umum.
Perintah yang lebih terarah misalnya, “Buatkan kerangka presentasi tujuh slide tentang cara mengenali phishing bagi karyawan baru. Gunakan bahasa sederhana, sertakan contoh situasi sehari-hari, dan tutup dengan tiga langkah pencegahan.” Dengan konteks yang cukup, hasil awal dari AI biasanya lebih relevan dan lebih mudah disunting.
Tahap awal yang paling cocok dibantu AI adalah menyusun kerangka presentasi. AI dapat mengubah artikel, laporan, notulen rapat, atau kumpulan data menjadi urutan pembahasan yang lebih rapi. Pengguna dapat meminta AI memecah materi menjadi pembukaan, masalah, bukti pendukung, solusi, dan penutup.
Cara ini membantu pembicara melihat struktur besar sebelum terlalu jauh mengurus warna latar atau animasi. Dalam banyak presentasi, alur yang kuat jauh lebih penting daripada tampilan yang ramai.
Setelah kerangka terbentuk, pilih poin yang benar-benar penting. Satu slide idealnya menyampaikan satu gagasan utama. Jika satu slide berisi terlalu banyak paragraf, audiens akan sibuk membaca dan kurang fokus mendengarkan penjelasan pembicara.
AI dapat diminta merangkum isi menjadi beberapa poin singkat. Namun, pembuat presentasi tetap perlu menilai apakah ringkasan tersebut sudah tepat, tidak kehilangan konteks, dan tidak menyederhanakan persoalan secara berlebihan.
AI dapat berguna untuk memetakan topik yang rumit. Misalnya, pengguna dapat memintanya menjelaskan istilah teknis dengan bahasa yang lebih sederhana, membandingkan beberapa konsep, atau menyusun daftar pertanyaan riset. Tahap ini membuat pencarian informasi lebih terarah.
Meski begitu, AI tidak boleh menjadi satu-satunya sumber fakta. Sistem AI dapat memberikan informasi yang tidak lengkap, keliru, atau tampak meyakinkan padahal tidak didukung sumber yang benar. Risiko ini meningkat ketika materi presentasi memuat angka, laporan keuangan, kebijakan, kesehatan, hukum, atau data perusahaan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media