Tips n Trik . 06/09/2026, 16:20 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Kode QRIS sebaiknya ditempatkan di dekat kasir atau area yang selalu terlihat oleh karyawan. Hindari memasang kode di luar toko, lorong sepi, meja tanpa penjaga, atau tempat yang mudah dijangkau ketika usaha sedang tutup.
Jika kode harus dipasang di beberapa titik, seluruh lokasinya perlu dicatat. Karyawan harus mengetahui jumlah QRIS resmi yang digunakan agar kode tambahan yang tidak dikenal dapat segera ditemukan.
QRIS dapat ditempatkan di dalam dudukan akrilik tertutup atau dilindungi lapisan transparan yang tidak mudah dibuka. Pemilik usaha juga dapat memasang segel antirusak, tanda tangan, cap toko, hologram, atau penanda khusus pada sisi kode.
Penanda tersebut tidak menggantikan pemeriksaan digital, tetapi dapat membantu karyawan menemukan perubahan fisik. Jika segel robek, posisi kode bergeser, atau muncul lapisan baru, QRIS harus segera diperiksa sebelum digunakan kembali.
Pemeriksaan QRIS dapat dimasukkan ke dalam prosedur pembukaan dan penutupan tempat usaha. Karyawan perlu memeriksa apakah terdapat stiker tambahan, bekas lem, permukaan yang lebih tebal, perubahan warna, atau sudut kertas yang mulai terangkat.
Pemeriksaan juga perlu dilakukan saat pergantian sif. Dengan cara tersebut, tanggung jawab pengawasan menjadi lebih jelas dan perubahan kode tidak dibiarkan terlalu lama.
Pemilik usaha dapat memindai QRIS menggunakan aplikasi pembayaran resmi untuk melihat nama merchant yang muncul. Nama tersebut harus sesuai dengan nama usaha atau identitas merchant yang telah didaftarkan melalui Penyedia Jasa Pembayaran.
Jika nama penerima berbeda, transaksi jangan dilanjutkan. Kode harus ditarik dari area pembayaran dan dilaporkan kepada penyedia layanan QRIS.
Transaksi percobaan dengan nominal kecil juga dapat dilakukan secara berkala. Setelah pembayaran, periksa apakah notifikasi diterima dan transaksi tercatat pada akun merchant yang benar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media