Cyber . 31/08/2026, 19:02 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Bayangkan dua orang tinggal serumah atau sering berada di lokasi yang sama. Salah seorang mencari informasi mengenai mesin kopi melalui internet.
Orang tersebut kemudian membicarakan mesin kopi kepada temannya.
Beberapa saat kemudian, temannya melihat iklan mesin kopi di HP.
Situasi tersebut dapat terlihat seperti mikrofon mendengarkan percakapan.
Padahal terdapat kemungkinan lain. Kedua perangkat mungkin memiliki banyak sinyal hubungan yang serupa, misalnya menggunakan jaringan internet yang sama, berada di lokasi yang sama, memiliki hubungan sosial melalui aplikasi tertentu, atau mempunyai pola aktivitas yang saling berkaitan.
Sistem periklanan dapat menggunakan berbagai sinyal tersebut untuk menentukan kelompok pengguna yang berpotensi memiliki minat serupa.
Dengan demikian, percakapan memang terjadi sebelum iklan muncul, tetapi bukan berarti percakapan tersebut menjadi sumber datanya.
Walaupun belum ada bukti kuat mengenai praktik penyadapan percakapan secara massal oleh platform iklan besar, kontroversi mengenai teknologi bernama "Active Listening" sempat membuat isu ini kembali mendapat perhatian.
Pada 2024, 404 Media memperoleh materi pemasaran milik Cox Media Group yang mempromosikan layanan dengan nama tersebut.
Materi itu mengklaim teknologi tersebut dapat memanfaatkan data niat konsumen yang berkaitan dengan percakapan di sekitar perangkat pintar untuk membantu penargetan iklan.
Informasi tersebut langsung menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana data suara diperoleh.
Google kemudian menghapus Cox Media Group dari program Google Partners setelah masalah tersebut diberitakan.
Namun, Cox Media Group kemudian membantah bahwa perusahaan mereka pernah mendengarkan percakapan pengguna secara langsung. Perusahaan menyatakan produk tersebut menggunakan kumpulan data pihak ketiga yang telah diagregasi dan dianonimkan, bukan melakukan penyadapan percakapan sendiri.
Kasus tersebut penting karena menunjukkan bahwa industri periklanan memang pernah memasarkan teknologi dengan konsep yang sangat dekat dengan kekhawatiran masyarakat mengenai penggunaan suara untuk iklan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media