Cyber

HP Mendengarkan Percakapan untuk Menampilkan Iklan, Mitos atau Beneran?

Pernahkah Anda membicarakan suatu produk bersama teman, lalu beberapa saat kemudian iklan mengenai produk tersebut muncul di Instagram, Facebook, YouTube

HP Mendengarkan Percakapan untuk Menampilkan Iklan, Mitos atau Beneran?
HP Mendengarkan Percakapan, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Pernahkah Anda membicarakan suatu produk bersama teman, lalu beberapa saat kemudian iklan mengenai produk tersebut muncul di Instagram, Facebook, YouTube atau aplikasi lain? Pengalaman seperti ini membuat banyak orang yakin bahwa HP diam-diam mendengarkan percakapan melalui mikrofon untuk menentukan iklan yang akan ditampilkan.

Kecurigaan tersebut sebenarnya cukup masuk akal jika dilihat dari sudut pandang pengguna. Smartphone memang memiliki mikrofon yang hampir selalu tersedia, sementara banyak aplikasi meminta izin untuk mengaksesnya. Industri periklanan digital juga mengumpulkan begitu banyak informasi sehingga iklan yang muncul terkadang terasa terlalu tepat untuk disebut kebetulan.

Namun, bukti yang tersedia sampai sekarang menunjukkan bahwa persoalannya lebih rumit. Belum ada bukti kuat bahwa platform periklanan besar secara rutin merekam seluruh percakapan pengguna melalui mikrofon hanya untuk menentukan iklan. Sebaliknya, sistem pelacakan digital sudah mampu mengenali minat seseorang dengan sangat akurat tanpa harus mendengarkan percakapan sehari-hari.

Penelitian Tidak Menemukan Bukti Perekaman Percakapan secara Massal

Salah satu penelitian yang sering digunakan untuk membahas persoalan ini dilakukan oleh peneliti dari Northeastern University, University of California Santa Barbara, dan sejumlah institusi lainnya.

Dalam penelitian berjudul "Panoptispy: Characterizing Audio and Video Exfiltration from Android Applications", para peneliti menganalisis 17.260 aplikasi Android dari Google Play dan sejumlah toko aplikasi lainnya.

Mereka mencari kemungkinan aplikasi mengaktifkan mikrofon dan mengirimkan rekaman audio tanpa diketahui pengguna.

Hasilnya cukup menarik.

Para peneliti tidak menemukan bukti bahwa aplikasi yang mereka uji diam-diam mengaktifkan mikrofon untuk merekam percakapan kemudian mengirimkannya kepada perusahaan periklanan.

Salah satu peneliti bahkan mengatakan:

"Tidak ada kebocoran audio sama sekali."

Namun, penelitian tersebut justru menemukan persoalan privasi lain. Beberapa aplikasi diketahui dapat merekam tampilan layar atau mengirimkan informasi visual kepada pihak ketiga.

Artinya, kekhawatiran mengenai privasi smartphone bukan sepenuhnya tidak berdasar. Hanya saja, metode pengumpulan datanya tidak selalu berupa penyadapan percakapan melalui mikrofon.

Lalu Mengapa Iklan Bisa Sangat Tepat?

Inilah bagian yang sering membuat pengguna merasa HP sedang mendengarkan.

Berita Terkait