Tips n Trik . 04/08/2026, 13:48 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Akibatnya, gangguan dari satu drone dapat berdampak pada puluhan bahkan ratusan penerbangan.
Gangguan operasional bandara tidak hanya berdampak pada jadwal penerbangan.
Maskapai juga dapat mengalami kerugian akibat:
Konsumsi bahan bakar tambahan.
Biaya parkir pesawat.
Pengalihan rute penerbangan.
Keterlambatan penumpang.
Gangguan jadwal kru.
Bandara juga harus mengerahkan petugas keamanan untuk mencari lokasi drone serta memastikan ruang udara kembali aman sebelum aktivitas dilanjutkan.
Petugas Air Traffic Control (ATC) bertugas menjaga jarak aman antar pesawat.
Ketika ada laporan drone, fokus pengendali lalu lintas udara bertambah karena harus:
Memberi peringatan kepada pilot.
Mengubah urutan pendaratan.
Mengatur ulang antrean keberangkatan.
Berkoordinasi dengan petugas keamanan bandara.
Situasi ini meningkatkan kompleksitas pengelolaan lalu lintas udara, terutama di bandara yang memiliki jadwal penerbangan padat.
Pesawat modern dilengkapi berbagai sistem keselamatan, seperti radar cuaca, transponder, serta sistem peringatan tabrakan antarpesawat.
Sebaliknya, sebagian besar drone konsumen tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan sistem pengendalian lalu lintas udara maupun memberikan informasi keberadaannya kepada pesawat.
Akibatnya, drone menjadi objek yang sulit dipantau dalam ruang udara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media