Update Windows Bisa Membuat Perangkat Bermasalah, Mengapa Pembaruan Sistem Tidak Selalu Mulus?
Pembaruan Windows umumnya dirilis untuk memperbaiki celah keamanan, mengatasi bug, meningkatkan stabilitas, serta menambahkan dukungan terhadap teknologi baru
fin.co.id - Pembaruan Windows umumnya dirilis untuk memperbaiki celah keamanan, mengatasi bug, meningkatkan stabilitas, serta menambahkan dukungan terhadap teknologi baru. Namun, tidak semua proses pembaruan berakhir mulus pada setiap komputer.
Sebagian pengguna mungkin menemukan masalah setelah Windows diperbarui, mulai dari perangkat tertentu yang tidak berfungsi, aplikasi bermasalah, performa berubah, hingga pembaruan yang gagal dipasang.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti pembaruan Windows dibuat dengan buruk. Salah satu penyebab utamanya justru berasal dari kompleksitas ekosistem komputer berbasis Windows.
Sistem operasi buatan Microsoft digunakan pada perangkat dengan kombinasi prosesor, kartu grafis, motherboard, penyimpanan, driver, firmware, dan aplikasi yang sangat beragam. Perbedaan inilah yang membuat sebuah pembaruan dapat berjalan normal pada satu komputer, tetapi menimbulkan masalah pada perangkat lainnya.
Baca Juga
Mengapa Update Windows Bisa Menimbulkan Masalah?
Berbeda dengan sistem yang hanya berjalan pada jumlah konfigurasi perangkat keras yang relatif terbatas, Windows harus mendukung ekosistem PC yang sangat luas.
Sebuah laptop keluaran terbaru misalnya dapat menggunakan prosesor, GPU, modul WiFi, Bluetooth, touchpad, webcam, serta firmware yang berbeda dibandingkan laptop lain meskipun keduanya menjalankan versi Windows yang sama.
Ketika Microsoft mengubah bagian tertentu dari sistem operasi, perubahan tersebut harus tetap dapat berkomunikasi dengan berbagai komponen tersebut.
Masalah dapat muncul apabila terdapat kombinasi perangkat keras atau perangkat lunak tertentu yang tidak berinteraksi dengan pembaruan sebagaimana mestinya.
Microsoft sendiri menggunakan mekanisme yang disebut "safeguard holds". Mekanisme ini dapat mencegah perangkat dengan masalah kompatibilitas yang telah diketahui menerima pembaruan fitur tertentu sampai masalah tersebut diperbaiki.
Baca Juga
Microsoft menjelaskan bahwa perlindungan semacam ini dapat digunakan ketika ditemukan masalah yang berpotensi menyebabkan kegagalan pembaruan, rollback, hilangnya konektivitas, kehilangan fungsi penting, atau dampak serius lainnya.
Keberadaan mekanisme tersebut menunjukkan bahwa kompatibilitas menjadi salah satu bagian penting dalam distribusi pembaruan Windows.
Driver Bisa Menjadi Sumber Masalah
Driver merupakan perangkat lunak yang memungkinkan Windows berkomunikasi dengan perangkat keras.
Kartu grafis membutuhkan driver. Begitu pula WiFi, Bluetooth, printer, webcam, audio, touchpad, hingga berbagai komponen lain di dalam komputer.