Tips n Trik . 29/10/2026, 13:45 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id- Saat mengunjungi situs web, pengguna internet sering menemukan permintaan izin untuk mengirim notifikasi dengan pilihan Izinkan atau Blokir. Sekilas, permintaan tersebut terlihat sepele. Namun, jika selalu memilih Izinkan tanpa memeriksa sumbernya, pengguna berisiko menerima pesan yang mengganggu, iklan berlebihan, hingga pemberitahuan yang digunakan untuk mengarahkan korban ke situs penipuan.
Notifikasi dari website sebenarnya memiliki fungsi yang bermanfaat, seperti memberikan informasi terbaru, pemberitahuan berita, atau pengingat tertentu. Masalahnya, tidak semua situs menggunakan fitur tersebut secara bertanggung jawab. Karena itu, memahami cara kerja notifikasi dan risiko di baliknya menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan saat menjelajahi internet.
Notifikasi website merupakan pesan yang dapat dikirimkan oleh sebuah situs melalui browser ke perangkat pengguna setelah memperoleh izin yang diperlukan. Pesan tersebut dapat muncul di layar meskipun pengguna sedang membuka aplikasi lain atau tidak lagi melihat halaman website yang bersangkutan.
Menurut dokumentasi Mozilla Developer Network dalam pembahasan Notifications API, browser menyediakan mekanisme izin agar situs dapat menampilkan notifikasi kepada pengguna. Dengan demikian, ketika seseorang memilih Izinkan, situs tersebut memperoleh hak untuk mengirimkan pemberitahuan sesuai kemampuan dan aturan browser yang digunakan.
Izin ini berbeda dari sekadar membuka halaman website. Pengguna memberikan persetujuan tambahan agar situs dapat mengirimkan pesan melalui sistem notifikasi perangkat.
Notifikasi tersebut bisa bermanfaat apabila berasal dari layanan tepercaya. Misalnya, situs berita dapat mengirimkan informasi terkini, sedangkan layanan tertentu dapat memberikan pengingat ketika ada aktivitas baru.
Namun, jika izin diberikan kepada situs yang tidak dikenal, pengguna mungkin menerima pesan yang tidak relevan atau bahkan menyesatkan. Inilah alasan mengapa tombol Izinkan sebaiknya tidak ditekan secara otomatis setiap kali muncul permintaan.
Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah munculnya notifikasi berulang yang berisi promosi, iklan, atau ajakan mengunjungi halaman tertentu.
Setelah memperoleh izin, website dapat mengirimkan notifikasi tanpa harus menunggu pengguna membuka kembali halaman tersebut. Akibatnya, pesan bisa muncul ketika seseorang sedang bekerja, membaca berita, menonton video, atau menggunakan aplikasi lain.
Jika izin diberikan kepada banyak website, jumlah notifikasi yang masuk dapat semakin banyak. Kondisi ini membuat layar perangkat dipenuhi pemberitahuan yang tidak semuanya berguna.
Meskipun tidak selalu berbahaya, notifikasi berlebihan dapat mengganggu konsentrasi dan membuat pengguna lebih sulit membedakan informasi penting dari pesan yang sekadar bersifat promosi.
Risiko yang lebih serius muncul ketika notifikasi digunakan sebagai sarana penyebaran tautan menuju halaman penipuan atau phishing.
Sebagai contoh, pengguna mungkin menerima pemberitahuan yang mengklaim bahwa dirinya memenangkan hadiah, memperoleh bonus, atau harus segera menyelesaikan masalah pada akun tertentu. Pesan semacam ini dapat dirancang agar terlihat mendesak sehingga korban terdorong untuk segera mengekliknya.
Setelah mengeklik notifikasi, pengguna dapat diarahkan ke halaman yang meniru tampilan layanan resmi. Halaman tersebut mungkin meminta informasi sensitif, seperti kata sandi, kode verifikasi, atau data pembayaran.
Penting dipahami bahwa mengizinkan notifikasi tidak secara otomatis membuat akun atau perangkat diretas. Risiko muncul ketika pengguna berinteraksi dengan konten berbahaya, memasukkan informasi pribadi ke halaman palsu, atau mengikuti instruksi penipuan.
Karena itu, pesan yang mengandung ancaman, iming-iming hadiah, atau desakan untuk bertindak cepat perlu diperiksa dengan cermat.
Beberapa notifikasi dapat menggunakan kalimat yang sengaja dibuat menakutkan, misalnya peringatan bahwa perangkat terinfeksi virus atau akun sedang mengalami masalah keamanan.
Pesan tersebut belum tentu berasal dari sistem operasi, antivirus, atau penyedia layanan resmi. Dalam sejumlah kasus, pemberitahuan seperti itu justru berasal dari website yang berusaha membuat pengguna mengeklik iklan atau mengunduh aplikasi tertentu.
Pengguna perlu membedakan notifikasi browser dari peringatan keamanan yang benar-benar berasal dari perangkat atau aplikasi tepercaya. Jangan langsung memasang aplikasi, menghubungi nomor telepon, atau membayar layanan hanya karena sebuah notifikasi menyatakan perangkat sedang bermasalah.
Jika muncul peringatan mencurigakan, tutup pesan tersebut dan periksa keamanan perangkat melalui pengaturan atau aplikasi resmi yang sudah dikenal.
Tidak semua risiko berkaitan dengan pencurian data. Notifikasi yang terlalu sering juga dapat memengaruhi kenyamanan penggunaan perangkat sehari-hari.
Setiap pemberitahuan yang muncul berpotensi mengalihkan perhatian, terutama jika pengguna terbiasa mengeklik pesan tanpa memeriksa isinya terlebih dahulu.
Selain itu, notifikasi yang menampilkan judul atau potongan pesan di layar dapat terlihat oleh orang lain ketika perangkat diletakkan di tempat umum. Informasi yang muncul mungkin tidak selalu bersifat sensitif, tetapi tetap dapat mengurangi privasi dalam situasi tertentu.
Oleh sebab itu, pengguna sebaiknya hanya mengizinkan notifikasi yang benar-benar dibutuhkan dan mematikan pemberitahuan dari situs yang tidak lagi memberikan manfaat.
Tidak selalu. Izin notifikasi pada dasarnya memberikan kemampuan kepada website untuk menampilkan pemberitahuan, bukan akses otomatis ke seluruh data pribadi di perangkat.
Sebagai contoh, izin notifikasi tidak dengan sendirinya memberikan akses ke kamera, mikrofon, kontak, atau lokasi. Akses terhadap fitur-fitur tersebut memiliki mekanisme izin tersendiri, meskipun rincian penerapannya dapat berbeda menurut browser dan perangkat.
Namun, notifikasi tetap bisa menjadi bagian dari upaya penipuan digital. Pesan yang muncul dapat digunakan untuk membujuk pengguna agar membuka halaman berbahaya, mengunduh berkas mencurigakan, atau menyerahkan informasi rahasia.
Karena itu, pengguna perlu memahami perbedaan antara izin teknis yang diberikan kepada website dan risiko yang muncul dari tindakan setelah menerima notifikasi.
Langkah paling aman adalah tidak menganggap setiap pesan yang muncul di layar sebagai pemberitahuan resmi. Periksa alamat website, hindari memasukkan informasi rahasia melalui halaman yang dibuka dari pesan mencurigakan, dan jangan mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.
Jika telanjur mengizinkan notifikasi dari website yang tidak dikenal, pengguna tidak harus terus menerima pesan tersebut. Izin dapat dicabut melalui pengaturan browser.
Pengguna Google Chrome dapat mengikuti langkah berikut:
Buka Google Chrome, kemudian masuk ke menu Setelan.
Pilih Privasi dan keamanan.
Buka Setelan situs.
Pilih Notifikasi.
Periksa daftar situs yang diizinkan mengirimkan notifikasi.
Blokir atau cabut izin dari situs yang tidak dikenal maupun yang sudah tidak diperlukan.
Nama menu dapat sedikit berbeda bergantung pada versi browser dan bahasa yang digunakan.
Pada ponsel Android, pengguna dapat membuka Google Chrome, masuk ke menu Setelan, lalu mencari pengaturan Notifikasi atau Setelan situs dan memilih Notifikasi.
Selanjutnya, periksa situs yang memperoleh izin. Jika ada website yang mengirimkan iklan berlebihan atau pesan mencurigakan, ubah izinnya menjadi diblokir.
Pada beberapa perangkat, pengaturan notifikasi juga dapat ditemukan melalui menu pengaturan aplikasi di sistem operasi. Pengguna bisa mengatur pemberitahuan browser secara keseluruhan, tetapi memblokir situs tertentu lebih tepat jika hanya satu atau beberapa website yang menjadi sumber gangguan.
Untuk mencegah masalah serupa, pertimbangkan untuk memblokir permintaan notifikasi dari situs yang tidak dikenal. Jika suatu layanan memang penting, izinkan notifikasi hanya setelah memastikan bahwa alamat website tersebut benar.
Menjaga keamanan saat menggunakan browser tidak harus dilakukan dengan langkah yang rumit. Pengguna dapat memulainya dengan membiasakan diri membaca permintaan izin sebelum memilih Izinkan.
Jika sebuah situs hanya dibuka untuk membaca artikel atau mencari informasi sesekali, pengguna biasanya tidak perlu memberikan izin notifikasi. Menolak atau mengabaikan permintaan tersebut tidak menghalangi akses ke konten utama, kecuali situs memang memiliki fungsi tertentu yang memerlukan persetujuan tersebut.
Selain itu, hindari mengeklik notifikasi yang menjanjikan hadiah tanpa penjelasan jelas atau meminta tindakan mendesak. Jika pesan mengatasnamakan bank, platform belanja, atau layanan digital, periksa informasi melalui aplikasi resmi atau dengan mengetik alamat website secara langsung.
Perbarui browser secara berkala agar memperoleh perbaikan keamanan terbaru. Pengguna juga dapat meninjau izin website dari waktu ke waktu untuk memastikan tidak ada situs yang masih memiliki akses yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan.
Google Chrome sendiri menyediakan pengaturan untuk mengelola izin notifikasi. Browser tersebut juga memiliki mekanisme yang dapat membatasi permintaan dari situs yang dianggap mengganggu atau menyesatkan. Meski demikian, pengaturan bawaan browser bukan pengganti kewaspadaan pengguna.
Mengizinkan notifikasi dari website bukan tindakan yang selalu berbahaya. Fitur ini dapat membantu pengguna mendapatkan informasi terbaru dari layanan yang tepercaya. Namun, memberikan izin secara sembarangan dapat menyebabkan gangguan berupa iklan berlebihan, pesan menyesatkan, hingga paparan terhadap tautan penipuan.
Secara teknis, notifikasi website bekerja melalui mekanisme izin browser, sehingga pengguna tetap memiliki kendali untuk menerima, menolak, atau mencabut izin tersebut. Prinsip keamanan digital yang paling penting adalah memberikan akses sesuai kebutuhan dan memeriksa sumber setiap pesan yang diterima.
Dengan tidak terburu-buru mengeklik Izinkan, meninjau pengaturan browser, serta menghindari tautan mencurigakan, pengguna dapat memanfaatkan fitur notifikasi tanpa mengabaikan privasi dan keamanan saat menjelajahi internet.
Mozilla Developer Network, Notifications API.
Google Chrome Help, Use Notifications to Get Alerts.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media