Cyber . 29/10/2026, 13:39 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Saat mengunjungi situs web, pengguna internet sering menemukan pemberitahuan yang meminta persetujuan penggunaan cookie. Pilihannya biasanya berupa menerima semua cookie, menolak cookie tertentu, atau mengatur jenis data yang boleh dikumpulkan. Meski terlihat seperti formalitas sebelum membaca artikel atau membuka halaman, keputusan tersebut dapat memengaruhi privasi dan cara aktivitas internet pengguna direkam.
Cookie sebenarnya tidak selalu berbahaya. Teknologi ini membantu situs mengingat preferensi bahasa, menjaga status login, dan menyimpan barang di keranjang belanja. Namun, beberapa jenis cookie juga dapat digunakan untuk menganalisis perilaku pengunjung, mengukur efektivitas iklan, serta membentuk profil minat pengguna. Risiko muncul ketika pengumpulan data berlangsung lebih luas daripada yang dipahami atau diharapkan oleh pengguna.
Cookie adalah data berukuran kecil yang disimpan oleh situs web melalui browser di perangkat pengguna, seperti komputer, laptop, atau HP. Data tersebut memungkinkan situs mengenali browser yang pernah berkunjung dan mengingat informasi tertentu ketika halaman dibuka kembali.
Menurut penjelasan Federal Trade Commission (FTC), cookie dapat digunakan untuk mengingat identitas pengguna pada suatu layanan, menyimpan preferensi, mencatat halaman yang dilihat, serta menampilkan iklan berdasarkan aktivitas pengunjung.
Secara umum, cookie dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya.
Cookie esensial diperlukan agar fitur tertentu dapat berfungsi dengan baik. Contohnya adalah cookie yang mempertahankan status login, menjaga keamanan sesi pengguna, dan menyimpan barang yang telah dimasukkan ke keranjang belanja.
Jenis cookie ini tidak selalu memerlukan persetujuan pengguna karena diperlukan untuk menyediakan layanan yang diminta, bergantung pada aturan yang berlaku.
Cookie analitik digunakan untuk memahami bagaimana pengunjung berinteraksi dengan situs. Informasi yang dikumpulkan dapat mencakup halaman yang dibuka, durasi kunjungan, serta bagian yang paling sering diklik.
Data tersebut membantu pengelola memperbaiki navigasi dan kualitas konten. Namun, bergantung pada penerapannya, informasi analitik juga dapat mengungkap pola kebiasaan pengguna.
Cookie iklan dapat membantu pengiklan memahami minat pengguna dan menampilkan iklan yang lebih relevan. Sebagian teknologi pelacakan juga memungkinkan aktivitas pengunjung dikenali di berbagai situs yang menggunakan layanan pihak ketiga yang sama.
Jenis inilah yang perlu diperhatikan ketika pengguna ingin membatasi pengumpulan data dan pelacakan aktivitas di internet.
Menyetujui cookie tidak secara otomatis membuat perangkat terkena virus atau menyebabkan data pribadi dicuri. Risiko yang muncul lebih berkaitan dengan jenis cookie, pihak yang mengelolanya, informasi yang dikumpulkan, dan cara data tersebut digunakan.
Berikut beberapa risiko yang perlu dipahami sebelum memilih tombol persetujuan.
Salah satu risiko utama adalah aktivitas penjelajahan internet dapat direkam untuk keperluan analisis atau periklanan. Bergantung pada teknologi yang digunakan, informasi tersebut bisa mencakup halaman yang dibuka, produk yang dicari, dan kategori konten yang sering dikunjungi.
Sebagai contoh, seseorang yang beberapa kali mencari laptop di situs belanja mungkin mulai melihat iklan laptop ketika membuka situs berita atau halaman lainnya. Hal ini dapat terjadi karena sistem periklanan menggunakan informasi aktivitas pengguna untuk menentukan iklan yang ditampilkan.
Pelacakan tersebut tidak selalu berarti seseorang sedang memantau pengguna secara langsung. Prosesnya sering berlangsung otomatis melalui sistem pengumpulan data dan penayangan iklan.
Data dari aktivitas browsing dapat digunakan untuk memperkirakan minat, kebiasaan belanja, atau kategori informasi yang menarik perhatian pengguna.
Apabila data dari beberapa sumber digabungkan, profil yang terbentuk bisa menjadi lebih terperinci. Misalnya, sistem periklanan dapat memperkirakan bahwa seseorang tertarik pada teknologi, perjalanan, atau produk rumah tangga berdasarkan halaman yang sering dikunjunginya.
Risiko privasi meningkat ketika informasi tersebut digunakan untuk tujuan lain yang tidak dipahami pengguna, disimpan terlalu lama, atau dibagikan kepada pihak lain sesuai kebijakan layanan.
Namun, tidak semua cookie menghasilkan profil pribadi yang terperinci. Dampaknya bergantung pada jenis data, teknologi pelacakan, dan kebijakan masing-masing penyedia layanan.
Sebagian situs menggunakan layanan eksternal untuk analitik, iklan, pemutar video, atau fitur lainnya. Layanan tersebut mungkin memiliki mekanisme penyimpanan dan pengumpulan data sendiri.
Akibatnya, persetujuan terhadap kategori cookie tertentu dapat memungkinkan pihak ketiga menerima informasi mengenai interaksi pengguna dengan situs tersebut. Dalam sistem pelacakan tertentu, informasi dari berbagai situs juga dapat digabungkan untuk memperkirakan kebiasaan pengunjung.
Hal ini tidak berarti semua situs menjual data pribadi penggunanya. Penggunaan dan pembagian informasi bergantung pada layanan yang terlibat serta kebijakan privasi yang berlaku. Karena itu, penting untuk memeriksa pihak yang menerima data dan tujuan pengumpulannya.
Cookie periklanan dapat membuat iklan yang muncul terasa lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Di satu sisi, hal ini membantu menemukan produk atau layanan yang relevan. Di sisi lain, personalisasi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas tertentu mungkin digunakan untuk menentukan iklan yang akan ditampilkan.
Sebagian pengguna merasa terganggu ketika produk yang baru saja dicari terus muncul dalam iklan di berbagai halaman. Pengalaman tersebut juga dapat menimbulkan kekhawatiran tentang seberapa banyak informasi yang dikumpulkan oleh layanan periklanan.
Jika ingin mengurangi pelacakan semacam ini, pengguna dapat menolak cookie iklan yang tidak esensial atau membatasi cookie pihak ketiga melalui pengaturan browser.
Tidak semua cookie langsung terhapus ketika browser ditutup. Ada cookie sesi yang biasanya berakhir ketika sesi browsing selesai, tetapi ada pula cookie persisten yang tersimpan hingga mencapai masa kedaluwarsa atau dihapus melalui pengaturan browser.
Semakin lama informasi tertentu disimpan, semakin panjang pula periode data tersebut dapat digunakan untuk fungsi yang ditentukan oleh pengelolanya.
Masa penyimpanan setiap cookie berbeda-beda. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan keterangan mengenai durasi penyimpanan jika tersedia dalam kebijakan cookie atau menu pengaturan persetujuan.
Cookie bukan program yang secara mandiri memasang virus ke perangkat. Namun, cookie tertentu dapat berhubungan dengan sesi login dan autentikasi pengguna.
Jika situs tidak menerapkan perlindungan keamanan yang memadai, penyerang yang berhasil mengeksploitasi kelemahan tertentu mungkin dapat menyalahgunakan informasi sesi. Dalam kondisi tertentu, penyalahgunaan sesi dapat membantu penyerang mengambil alih sesi pengguna tanpa harus mengetahui kata sandinya.
Risiko ini tidak muncul hanya karena pengguna menekan tombol setuju. Keamanan juga bergantung pada cara situs mengelola sesi, penggunaan koneksi HTTPS, perlindungan terhadap serangan, serta pengaturan atribut cookie seperti Secure dan HttpOnly.
Karena itu, pengguna tetap perlu menghindari situs mencurigakan, menjaga keamanan akun, dan tidak sembarangan memasukkan informasi login pada halaman yang tidak tepercaya.
Tidak. Persetujuan cookie tidak otomatis menyebabkan data pribadi bocor, dan tidak semua cookie mengumpulkan informasi yang dapat mengidentifikasi seseorang secara langsung.
Cookie esensial, misalnya, dapat digunakan untuk menjaga fungsi layanan. Cookie analitik juga dapat dirancang untuk menghasilkan statistik agregat atau mengurangi identifikasi individu. Sebaliknya, cookie pelacakan tertentu dapat digunakan bersama teknologi lain untuk membangun profil perilaku yang lebih rinci.
Hal penting yang perlu dipahami adalah persetujuan cookie bukan jaminan bahwa seluruh pengolahan data aman, tetapi juga bukan bukti bahwa situs tersebut berbahaya. Pengguna perlu menilai jenis cookie, tujuan penggunaan, pihak yang menerima data, dan kebijakan privasi situs yang dikunjungi.
Perlu diingat pula bahwa cookie bukan satu-satunya cara situs atau layanan internet memperoleh informasi. Alamat IP, data akun, penyimpanan lokal browser, dan teknologi pelacakan lainnya juga dapat digunakan sesuai konfigurasi layanan. Oleh sebab itu, menolak cookie saja tidak menjamin seluruh aktivitas internet menjadi anonim.
Pengguna tidak harus selalu menerima seluruh kategori cookie yang ditawarkan situs. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengumpulan data yang tidak diperlukan.
Ketika pemberitahuan cookie muncul, periksa apakah tersedia pilihan seperti "Reject All", "Necessary Only", atau "Manage Preferences". Jika tidak membutuhkan personalisasi iklan, pengguna dapat menolak kategori pemasaran dan pelacakan yang tidak esensial.
Nama dan susunan pilihan bisa berbeda pada setiap situs. Tombol "Accept All" biasanya menunjukkan persetujuan terhadap seluruh kategori yang ditawarkan, bukan hanya cookie esensial.
Browser modern umumnya menyediakan pengaturan untuk menghapus cookie, membatasi cookie pihak ketiga, atau menghapus data situs ketika browser ditutup.
Di Google Chrome versi desktop, misalnya, pengguna dapat membuka menu Settings, memilih Privacy and security, lalu mencari pengaturan Third-party cookies. Nama menu dan ketersediaan fitur dapat berubah mengikuti versi browser.
Pembatasan cookie pihak ketiga dapat mengurangi sejumlah bentuk pelacakan lintas situs, meskipun tidak menghilangkan semua metode pelacakan internet.
Menghapus cookie dapat membantu membersihkan data yang tersimpan di browser. Namun, langkah ini juga bisa membuat pengguna keluar dari akun, kehilangan preferensi situs, atau perlu mengatur ulang sejumlah fitur.
Penghapusan cookie tidak menghapus seluruh data yang mungkin telah dikumpulkan oleh pengelola situs atau layanan iklan. Informasi yang sudah tersimpan di server mereka perlu dikelola sesuai kebijakan dan mekanisme privasi masing-masing layanan.
Sebelum menyetujui cookie pada situs yang belum dikenal, periksa informasi mengenai data yang dikumpulkan, tujuan penggunaannya, pihak yang menerima data, serta masa penyimpanan jika dijelaskan.
Jika informasi tersebut tidak jelas, pengguna dapat memilih hanya cookie yang diperlukan atau meninggalkan situs apabila merasa tidak nyaman dengan praktik pengumpulan datanya.
Mode Incognito atau penjelajahan pribadi dapat membatasi penyimpanan riwayat browsing dan data sesi pada perangkat setelah jendela pribadi ditutup. Namun, mode ini bukan alat yang membuat pengguna sepenuhnya anonim.
Situs yang dikunjungi, penyedia jaringan, atau layanan lain masih mungkin memperoleh informasi tertentu. Mode Incognito juga tidak otomatis mencegah semua jenis pelacakan selama sesi berlangsung.
Dampaknya bergantung pada jenis cookie dan cara situs dirancang. Menolak cookie esensial yang diperlukan untuk suatu fungsi mungkin tidak menjadi pilihan yang tersedia, sedangkan menolak cookie analitik atau pemasaran biasanya tidak menghilangkan fungsi utama situs.
Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi antara lain:
Pengguna tetap dapat membaca artikel, tetapi iklan yang muncul mungkin tidak dipersonalisasi berdasarkan cookie yang ditolak.
Preferensi bahasa atau tampilan tertentu mungkin tidak tersimpan sehingga perlu diatur kembali.
Beberapa konten yang bergantung pada layanan eksternal mungkin meminta persetujuan terpisah.
Situs dapat meminta pengguna memilih kembali preferensi cookie pada kunjungan berikutnya, bergantung pada pengaturan penyimpanannya.
Jika sebuah situs menyediakan pilihan untuk menolak cookie nonesensial, pengguna dapat memanfaatkan pilihan tersebut sesuai kebutuhan privasi. Apabila situs memaksa persetujuan untuk mengakses konten tertentu, pengguna dapat mempertimbangkan kebijakan privasinya dan mencari sumber informasi lain.
Menyetujui cookie saat mengunjungi situs web tidak selalu berbahaya. Teknologi ini memiliki fungsi penting dalam menjaga sesi login, mengingat preferensi, dan membantu layanan internet bekerja dengan baik. Namun, cookie analitik dan periklanan juga dapat digunakan untuk mencatat aktivitas browsing, memperkirakan minat pengguna, serta mendukung pelacakan melalui layanan pihak ketiga.
Risiko utamanya bukan sekadar keberadaan cookie, melainkan bagaimana data dikumpulkan, berapa lama disimpan, siapa yang dapat mengaksesnya, dan untuk tujuan apa informasi tersebut digunakan. Pengetahuan tentang perbedaan cookie esensial, analitik, dan pelacakan membantu pengguna mengambil keputusan yang lebih tepat.
Sejalan dengan prinsip perlindungan data modern, pengguna sebaiknya memberikan persetujuan secara sadar dan memahami tujuan pengumpulan informasi. Memilih hanya cookie yang diperlukan, membatasi pelacakan pihak ketiga, dan menghapus data browser secara berkala merupakan langkah praktis untuk menjaga privasi tanpa harus berhenti menggunakan internet.
Federal Trade Commission (FTC), Internet Cookies.
European Commission, Cookies Policy.
Information Commissioner's Office (ICO), Cookies and Similar Technologies.
Mozilla Developer Network (MDN), Third-Party Cookies.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media