Tips n Trik . 20/10/2026, 13:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Tidak. Email yang masuk ke folder spam belum tentu berisi virus, penipuan, atau konten berbahaya. Pesan tersebut mungkin hanya salah diklasifikasikan karena masalah reputasi pengirim, autentikasi, atau karakteristik isi pesan.
Sebaliknya, email yang berhasil masuk ke kotak masuk juga tidak otomatis aman. Sebagian pesan penipuan dapat melewati sistem penyaringan, termasuk pesan yang meniru identitas orang atau organisasi yang dikenal.
Karena itu, folder spam sebaiknya dipahami sebagai tempat penampungan pesan yang dinilai mencurigakan oleh sistem, bukan sebagai bukti mutlak bahwa setiap pesan di dalamnya berbahaya.
Sebelum membuka lampiran atau mengeklik tautan, periksa alamat pengirim, konteks pesan, dan tujuan tautan tersebut. Jika email berisi permintaan yang tidak biasa, konfirmasikan melalui saluran komunikasi lain yang sudah diketahui aman.
Pesan email dari pengirim yang dikenal dapat masuk ke folder spam karena sistem penyaring tidak hanya mengandalkan nama atau alamat pengirim. Reputasi server, kegagalan autentikasi SPF, DKIM, atau DMARC, isi pesan, pola pengiriman massal, pengaturan daftar blokir, hingga kemungkinan penyalahgunaan akun dapat memengaruhi keputusan sistem.
Teknologi penyaringan email modern memang membantu mengurangi spam, phishing, dan pemalsuan identitas, tetapi mekanisme tersebut tidak selalu sempurna. Oleh karena itu, penerima perlu memeriksa folder spam secara berkala dan menandai pesan sah sebagai bukan spam. Di sisi lain, pengirim perlu menjaga keamanan akun, reputasi domain, serta konfigurasi autentikasi email agar pesan penting dapat diterima dengan lebih baik.
Google Workspace Help, "Gmail Spam and Authentication".
Microsoft Learn, "Anti-Spam Protection FAQ".
Google Gmail Help, "Email Sender Guidelines".
Microsoft Support, "Filter Junk Email and Spam in Outlook".
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media