Gadget . 19/10/2026, 11:05 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
Situs Android Authority melaporkan bahwa pengembang aplikasi palsu tersebut disinyalir memanfaatkan fitur Early Access di Google Play Store. Fitur ini secara otomatis menonaktifkan ulasan publik, sehingga calon pengunduh kesulitan membaca pengalaman atau peringatan dari pengguna lain.
Hingga saat ini, para ahli belum mengonfirmasi jenis ancaman siber maupun bahaya pencurian data yang mengintai pengguna yang terlanjur mengunduh aplikasi tersebut. Meski begitu, kelolosan aplikasi tiruan selama lebih dari satu bulan ini memicu kritik keras terhadap sistem pemindaian keamanan Google.
Kejadian ini sekaligus menambah panjang rekam jejak masalah keamanan di Play Store. Sebelumnya, aplikasi Google Chrome palsu juga sempat lolos dan mengumpulkan lebih dari 100 ribu unduhan sebelum akhirnya Google memblokir aplikasi tersebut.
Fenomena ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas proses verifikasi aplikasi dan kebijakan periklanan Google, yang tak hanya meloloskan aplikasi berbahaya tetapi juga mengizinkan pengembangnya memasang iklan promosi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media