Tips n Trik . 16/10/2026, 14:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Teknologi HP tidak hanya dirancang untuk memudahkan aktivitas anak muda, tetapi juga dapat membantu orang lanjut usia (lansia) berkomunikasi, mencari informasi, dan menjalankan kegiatan sehari-hari. Melalui fitur aksesibilitas yang tersedia di smartphone modern, lansia dapat menggunakan perangkat dengan lebih nyaman meskipun mengalami kesulitan melihat tulisan kecil, mendengar suara, atau mengoperasikan layar sentuh.
World Wide Web Consortium (W3C), melalui pedoman Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.2, menjelaskan bahwa aksesibilitas bertujuan membuat teknologi digital lebih mudah digunakan oleh orang dengan beragam kemampuan penglihatan, pendengaran, gerak, dan kognitif. Prinsip ini juga relevan bagi lansia yang mengalami perubahan kemampuan seiring bertambahnya usia.
Salah satu kendala yang sering dihadapi lansia saat menggunakan HP adalah kesulitan membaca tulisan kecil. Untuk mengatasi masalah tersebut, smartphone Android dan iPhone menyediakan pengaturan ukuran teks serta fitur pembesaran layar.
Menurut dokumentasi resmi Apple berjudul Accessibility Features, pengguna iPhone dapat memperbesar ukuran teks, menebalkan tulisan, dan menyesuaikan tampilan agar lebih mudah dibaca. Android juga menyediakan pengaturan ukuran huruf dan ukuran tampilan melalui menu aksesibilitas.
Pada HP Android, pengaturan tersebut biasanya dapat ditemukan melalui menu Setelan, kemudian Tampilan atau Aksesibilitas, bergantung pada merek dan versi sistem operasi. Pada iPhone, pengguna dapat membuka Pengaturan, memilih Tampilan & Kecerahan, atau masuk ke Aksesibilitas untuk menemukan pilihan terkait.
Ukuran huruf sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan pengguna. Tulisan yang terlalu besar dapat membuat sebagian informasi terpotong atau mengharuskan pengguna lebih sering menggulir layar.
Bagi lansia yang mengalami gangguan penglihatan cukup berat, memperbesar tulisan terkadang belum cukup. Teknologi pembaca layar dapat menjadi alternatif karena memungkinkan perangkat membacakan informasi menggunakan suara.
Dokumentasi resmi Apple tentang fitur aksesibilitas menjelaskan bahwa VoiceOver dapat menyampaikan informasi mengenai elemen pada layar melalui suara. Pada Android, fitur TalkBack menjalankan fungsi serupa dengan membacakan keterangan elemen yang disentuh atau dipilih pengguna.
Kedua fitur ini dapat membantu pengguna mengenali tombol, menu, nama aplikasi, dan informasi lain yang didukung. Namun, cara mengoperasikan HP akan berubah setelah pembaca layar diaktifkan. Pengguna biasanya perlu mempelajari gestur khusus untuk memilih dan menjalankan perintah.
Karena itu, lansia sebaiknya mempelajari fitur tersebut secara bertahap bersama anggota keluarga. Apabila hanya membutuhkan bantuan untuk membaca teks sesekali, fitur pembacaan teks yang tersedia pada perangkat atau aplikasi tertentu dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Mengoperasikan layar sentuh bisa menjadi tantangan bagi lansia yang mengalami tremor, keterbatasan gerak jari, atau kesulitan melakukan gerakan kecil secara presisi. Teknologi perintah suara memungkinkan sebagian aktivitas dilakukan tanpa harus menyentuh banyak tombol.
Asisten suara seperti Google Assistant dan Siri dapat membantu menjalankan berbagai perintah pada perangkat yang mendukungnya. Contohnya, pengguna dapat meminta HP melakukan panggilan, membuat pengingat, mencari informasi, atau mengatur alarm dengan berbicara.
Untuk pengoperasian yang lebih luas, Android juga menyediakan Voice Access pada perangkat yang kompatibel. Dokumentasi aksesibilitas Android menjelaskan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna mengendalikan perangkat melalui perintah suara, termasuk membuka aplikasi dan menavigasi antarmuka.
Ketersediaan perintah bergantung pada perangkat, bahasa, pengaturan, dan layanan yang aktif. Beberapa fungsi juga memerlukan koneksi internet.
Bagi lansia, manfaat fitur ini akan lebih terasa jika perintah yang digunakan sederhana dan konsisten. Misalnya, mereka dapat mempelajari cara meminta HP menelepon anggota keluarga, alih-alih harus membuka daftar kontak dan mencari nama secara manual.
Berbeda dari asisten suara yang umumnya menjalankan perintah tertentu, fitur kontrol suara dapat membantu pengguna mengoperasikan antarmuka perangkat secara lebih luas.
Apple menyediakan fitur Voice Control untuk menjalankan tindakan tertentu melalui perintah suara. Sementara itu, Voice Access pada Android yang mendukungnya dapat digunakan untuk membuka aplikasi, menavigasi layar, dan melakukan sejumlah tindakan tanpa menyentuh perangkat.
Kedua teknologi tersebut relevan bagi lansia yang mengalami keterbatasan motorik. Meski demikian, pengaturan awal dan pembelajaran perintah mungkin memerlukan bantuan keluarga. Dukungan bahasa, kompatibilitas perangkat, dan ketersediaan fitur perlu diperiksa sebelum digunakan.
Tulisan berukuran besar tidak selalu mudah dibaca apabila warna teks dan latar belakang kurang kontras. Oleh karena itu, pengaturan tampilan menjadi bagian penting dari teknologi aksesibilitas.
Dalam dokumentasi Accessibility Features, Apple menjelaskan bahwa perangkatnya menyediakan pilihan untuk meningkatkan kontras, menebalkan teks, memperbesar tulisan, serta menyesuaikan warna layar. Android juga menyediakan pilihan aksesibilitas visual, termasuk koreksi warna dan inversi warna pada perangkat yang mendukungnya.
Pengguna dapat mencoba kombinasi tulisan yang lebih besar, teks tebal, serta latar belakang yang tidak menyilaukan. Tujuannya bukan sekadar membuat layar terlihat menarik, melainkan membantu informasi lebih mudah dibedakan.
Pengaturan warna perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu. Inversi warna, misalnya, dapat membantu sebagian pengguna, tetapi justru menyulitkan orang lain ketika diterapkan pada foto atau konten tertentu.
Banyak smartphone memiliki antarmuka yang dipenuhi ikon, menu, notifikasi, dan berbagai pilihan pengaturan. Bagi lansia yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, banyaknya pilihan tersebut dapat membingungkan.
Beberapa perangkat Android menyediakan mode sederhana atau antarmuka yang dapat disederhanakan. Bergantung pada merek dan model HP, mode ini dapat menampilkan ikon lebih besar serta akses cepat ke kontak dan aplikasi utama.
Jika HP tidak memiliki mode sederhana bawaan, tampilan layar utama dapat diatur secara manual. Letakkan aplikasi yang paling sering digunakan, seperti Telepon, WhatsApp, Kontak, dan Kamera, di bagian yang mudah dijangkau.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip aksesibilitas dalam WCAG 2.2 dari W3C, yang menekankan pentingnya antarmuka yang dapat dipahami dan dioperasikan oleh pengguna dengan kemampuan yang beragam. Walaupun WCAG terutama ditujukan untuk konten web, prinsip kemudahan navigasinya dapat menjadi pertimbangan saat menata penggunaan HP.
HP dapat membantu lansia menghubungi keluarga ketika membutuhkan bantuan. Sejumlah perangkat menyediakan fitur SOS darurat yang dapat menghubungi layanan darurat atau memberi tahu kontak tertentu setelah diaktifkan sesuai prosedur perangkat.
Fitur ini tidak selalu bekerja dengan cara yang sama. Beberapa perangkat memerlukan penekanan tombol daya berulang kali, sedangkan perangkat lain memiliki kombinasi tombol atau menu khusus.
Keluarga perlu memeriksa pengaturan darurat pada HP yang digunakan dan memastikan informasi kontak sudah benar. Nomor telepon anggota keluarga yang mudah dihubungi juga sebaiknya disimpan dalam daftar kontak.
Pengguna perlu memahami cara kerja fitur tersebut sebelum mengandalkannya. Pengaturan lokasi, izin aplikasi, ketersediaan jaringan seluler, dan ketentuan layanan dapat memengaruhi fungsi tertentu. Fitur SOS juga tidak menjamin bantuan akan tiba secara otomatis dalam semua keadaan.
Kalender, alarm, dan aplikasi pengingat di HP dapat membantu lansia mengatur jadwal kegiatan sehari-hari, seperti waktu makan, jadwal kontrol kesehatan, atau waktu minum obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Pengingat dapat diatur dengan bunyi alarm, notifikasi, atau keterangan yang mudah dipahami. Pada perangkat yang mendukungnya, pengguna juga dapat memanfaatkan perintah suara untuk membuat pengingat baru.
Agar lebih mudah digunakan, setiap pengingat sebaiknya memiliki nama yang jelas, seperti jadwal obat pagi atau waktu berangkat ke rumah sakit. Hindari membuat terlalu banyak notifikasi yang tidak diperlukan karena dapat menyebabkan kebingungan.
Pengingat digital tetap memiliki keterbatasan. HP yang mati, baterai habis, atau notifikasi yang dinonaktifkan dapat membuat pengingat tidak muncul. Untuk jadwal pengobatan yang penting, keluarga dapat membantu memeriksa pengaturan dan memastikan pengguna memahami fungsi alarm tersebut.
Gangguan pendengaran dapat membuat lansia kesulitan mengikuti percakapan telepon. Sejumlah smartphone menyediakan fitur teks langsung atau Live Captions yang menampilkan teks dari audio yang didukung, meskipun ketersediaan bahasa dan dukungan aplikasinya berbeda-beda.
Dokumentasi Accessibility Features dari Apple juga mencantumkan fitur aksesibilitas pendengaran, termasuk teks langsung pada perangkat yang kompatibel. Pada Android, pilihan seperti teks otomatis dan dukungan alat bantu dengar tersedia bergantung pada perangkat serta versi sistem operasi.
Bagi lansia yang lebih nyaman membaca daripada mendengarkan pesan suara, pesan teks melalui aplikasi komunikasi dapat menjadi alternatif. Ukuran tulisan bisa diperbesar agar pesan lebih mudah dibaca.
Tidak semua fitur transkripsi mampu mengenali setiap bahasa atau percakapan dengan akurat, terutama ketika suara kurang jelas, terdapat kebisingan, atau beberapa orang berbicara bersamaan. Karena itu, hasil transkripsi sebaiknya tidak selalu dianggap benar tanpa pemeriksaan.
Teknologi aksesibilitas akan lebih bermanfaat jika disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. HP dengan banyak fitur belum tentu mudah digunakan apabila pengaturannya terlalu rumit atau pengguna tidak memahami fungsi tombol yang tersedia.
Keluarga dapat membantu menyiapkan perangkat dengan langkah sederhana, seperti memperbesar huruf, meningkatkan volume panggilan, menata aplikasi utama, menyimpan kontak penting, dan mengaktifkan fitur aksesibilitas yang benar-benar diperlukan.
Setelah pengaturan selesai, ajarkan satu atau dua fungsi terlebih dahulu. Contohnya, mulailah dari cara menjawab panggilan dan menelepon anggota keluarga sebelum beralih ke penggunaan pesan, kamera, atau aplikasi lainnya.
Hindari mengambil alih seluruh pengoperasian HP jika lansia masih mampu melakukannya sendiri. Berikan waktu untuk berlatih dan biarkan mereka mencoba kembali sampai terbiasa. Pendekatan ini membantu mempertahankan kemandirian sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan orang lain.
Teknologi HP dapat membantu lansia mengatasi berbagai hambatan ketika menggunakan perangkat digital. Fitur pembesaran teks, pembaca layar, perintah suara, kontrol suara, mode tampilan sederhana, panggilan darurat, dan pengingat aktivitas menawarkan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
Pedoman Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.2 yang diterbitkan W3C menegaskan pentingnya aksesibilitas agar teknologi digital lebih mudah dipersepsi, dioperasikan, dan dipahami oleh pengguna dengan kemampuan yang beragam. Sementara itu, dokumentasi resmi Apple dan Android menunjukkan bahwa prinsip tersebut diterapkan melalui fitur aksesibilitas yang tersedia pada perangkat modern.
Dengan memilih fitur yang sesuai, mengatur tampilan secara tepat, dan memberikan pendampingan secara bertahap, HP dapat menjadi alat bantu yang praktis bagi lansia. Tujuan utamanya bukan membuat semua teknologi digunakan sekaligus, melainkan memastikan perangkat benar-benar membantu mereka berkomunikasi, memperoleh informasi, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
World Wide Web Consortium (W3C). Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.2.
Apple. Accessibility Features.
Android. Assistive Technology - Android.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media