Cyber

CD dan DVD Hampir Hilang, Apakah Penyimpanan Fisik akan Benar-benar Punah?

CD dan DVD pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan digital. Musik disimpan dalam CD, film ditonton melalui DVD, software komputer dijual dalam kepinga

CD dan DVD Hampir Hilang, Apakah Penyimpanan Fisik akan Benar-benar Punah?
CD dan DVD, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - CD dan DVD pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan digital. Musik disimpan dalam CD, film ditonton melalui DVD, software komputer dijual dalam kepingan optik, sementara dokumen dan foto kerap dicadangkan ke CD-R atau DVD-R.

Kini situasinya berubah drastis. Laptop modern semakin jarang dilengkapi optical drive. Musik dan film berpindah ke layanan streaming, software dapat diunduh langsung dari internet, sedangkan foto serta dokumen lebih sering disimpan dalam SSD, hard disk, server, atau cloud.

Perubahan tersebut menimbulkan pertanyaan menarik. Setelah CD dan DVD semakin menghilang dari kehidupan sehari-hari, apakah penyimpanan fisik pada akhirnya juga akan benar-benar punah?

Jawabannya kemungkinan tidak. Media fisik yang digunakan langsung oleh konsumen memang semakin berkurang, tetapi kebutuhan menyimpan data secara fisik masih sangat besar.

CD dan DVD Kalah oleh Kemudahan Internet

Salah satu keunggulan terbesar CD dan DVD pada masanya adalah kemampuannya membawa data dalam jumlah relatif besar dengan harga murah.

CD standar umumnya mampu menyimpan sekitar 700 MB data. Sementara itu, DVD satu lapis memiliki kapasitas sekitar 4,7 GB.

Angka tersebut pernah dianggap besar ketika koneksi internet masih lambat dan kapasitas penyimpanan komputer jauh lebih kecil dibandingkan sekarang.

Namun cara manusia memperoleh data kemudian berubah.

Mengunduh aplikasi berukuran beberapa gigabyte kini jauh lebih praktis dibandingkan membeli DVD. Musik dapat langsung diputar melalui layanan streaming, sedangkan film beresolusi tinggi dapat ditonton tanpa memiliki salinan fisiknya.

Karena itu, masalah terbesar CD dan DVD sebenarnya bukan hanya kapasitas. Media tersebut kalah dalam hal kepraktisan.

Pengguna membutuhkan optical drive untuk membacanya. Sementara produsen laptop semakin jarang memasang perangkat tersebut karena ruang di dalam perangkat dapat digunakan untuk komponen lain.

CD dan DVD Sebenarnya Bisa Bertahan Lama

Menariknya, anggapan bahwa CD atau DVD otomatis rusak setelah beberapa tahun tidak sepenuhnya benar.

Penelitian Library of Congress menunjukkan bahwa umur media optik dapat sangat bervariasi. Kualitas produksi, material lapisan perekam, suhu, kelembapan, paparan cahaya, kondisi penyimpanan, dan kerusakan fisik dapat memengaruhi daya tahannya.

Berita Terkait