Cyber . 20/09/2026, 10:34 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Inilah alasan rute yang direkomendasikan Google Maps terkadang berubah ketika perjalanan sedang berlangsung.
Sumber informasi lainnya berasal dari laporan pengguna.
Pengendara dapat melaporkan berbagai kejadian, seperti kecelakaan, kendaraan mogok, penutupan jalan, pekerjaan konstruksi, atau gangguan lain.
Informasi tersebut membantu memberikan konteks terhadap data pergerakan kendaraan.
Misalnya, sistem mendeteksi kecepatan rata-rata kendaraan tiba-tiba turun drastis pada sebuah ruas. Pada saat bersamaan, sejumlah pengguna melaporkan adanya kecelakaan.
Kombinasi informasi tersebut dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai penyebab kemacetan.
Google juga menggunakan informasi tambahan dari pihak ketiga dan otoritas transportasi di sejumlah wilayah untuk melengkapi sistem pemetaan dan lalu lintasnya.
Penggunaan lokasi tentu menimbulkan pertanyaan mengenai privasi.
Google menyatakan data navigasi seperti rute perjalanan tidak dikaitkan langsung dengan Akun Google pengguna. Data tersebut dikaitkan dengan ID yang dibuat secara aman dan direset secara berkala.
Untuk pemodelan kondisi jalan, Google juga menjelaskan bahwa salah satu sumber terpentingnya merupakan data Google Maps yang telah diagregasi dan dianonimkan.
Dengan pendekatan tersebut, sistem tidak perlu mengetahui bahwa "orang tertentu sedang berada di jalan tertentu" untuk memperkirakan kemacetan.
Yang lebih penting bagi sistem adalah pola agregatnya, misalnya banyak perangkat pada ruas tertentu sedang bergerak jauh lebih lambat dibandingkan kondisi normal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media