Tips n Trik . 09/09/2026, 15:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Selain sistem operasi, aplikasi panggilan video, peramban, dan antivirus juga perlu diperbarui dari sumber resmi. Hindari mengunduh aplikasi dari situs tidak dikenal, terutama jika menawarkan versi premium gratis, aktivator, atau file modifikasi.
Banyak serangan bermula dari kebiasaan mengklik tautan tanpa memeriksa pengirim dan tujuan situsnya. Pelaku dapat menyamarkan malware sebagai undangan rapat, file tagihan, dokumen kerja, aplikasi kamera, atau pemberitahuan bahwa laptop terkena virus.
FTC mengingatkan agar pengguna tidak sembarangan membuka lampiran email maupun tautan yang tidak dipahami, bahkan bila pesan tersebut terlihat berasal dari orang yang dikenal. Akun seseorang dapat diretas dan kemudian dipakai untuk mengirimkan pesan berbahaya kepada daftar kontaknya.
Waspadai pula pop-up yang mengklaim laptop sedang terkena virus dan meminta pengguna segera menghubungi nomor tertentu atau memasang aplikasi pembersih. Pesan semacam itu bisa menjadi bagian dari modus penipuan bantuan teknis. Jangan memberikan akses kendali jarak jauh kepada pihak yang menghubungi secara tiba-tiba.
Perlindungan webcam juga berkaitan dengan keamanan akun. Jika akun email atau akun laptop diretas, pelaku mungkin dapat memperoleh akses lebih luas terhadap perangkat dan layanan digital korban.
Gunakan kata sandi yang panjang, unik, dan tidak dipakai ulang untuk banyak akun. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, serta simbol bila layanan mendukungnya. Akan lebih aman lagi jika pengguna mengaktifkan verifikasi dua langkah pada email dan akun penting.
Email perlu mendapat perhatian khusus karena sering menjadi pintu pemulihan kata sandi untuk banyak layanan lain. Bila email aman, peluang pelaku mengambil alih akun lain juga dapat dipersempit.
Menutup webcam dengan penutup geser khusus dapat menjadi lapisan perlindungan fisik tambahan. Cara ini tidak menggantikan antivirus, pembaruan sistem, atau pengaturan izin, tetapi membantu membatasi apa yang bisa terlihat kamera ketika laptop sedang tidak digunakan.
Pilih penutup yang tipis agar tidak menekan layar laptop saat ditutup. Hindari menggunakan benda tebal atau selotip yang dapat meninggalkan bekas pada bezel layar. Bila laptop memakai fitur pengenalan wajah, penutup webcam tentu perlu dibuka kembali saat fitur tersebut akan digunakan.
Laptop yang terasa lebih lambat, sering memunculkan pop-up, membuka halaman sendiri, atau menampilkan aplikasi asing perlu diperiksa. Gejala tersebut tidak selalu berarti webcam diretas, tetapi bisa menjadi tanda perangkat terkena malware atau perangkat lunak yang tidak diinginkan.
Segera perbarui aplikasi keamanan dan lakukan pemindaian menyeluruh. Jika ditemukan malware, hapus atau karantina file sesuai rekomendasi perangkat lunak keamanan. Setelah laptop dibersihkan, ganti kata sandi akun penting melalui perangkat lain yang diyakini aman.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media