Cyber . 09/09/2026, 14:30 WIB

Mengapa Sinyal 5G Belum Tentu Lebih Cepat dari 4G?

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Ikon 5G di layar HP sering membuat pengguna berharap internet akan langsung jauh lebih cepat daripada 4G. Ekspektasi tersebut wajar karena 5G memang dirancang untuk menghadirkan kapasitas jaringan lebih besar, latensi lebih rendah, dan kemampuan menghubungkan lebih banyak perangkat. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, sinyal 5G belum tentu selalu unggul dari 4G.

Seseorang bisa saja melihat indikator 5G penuh, tetapi video masih lama dimuat, unggahan terasa lambat, atau hasil speed test tidak jauh berbeda dengan 4G. Kondisi ini bukan berarti 5G gagal, melainkan karena kecepatan internet dipengaruhi banyak unsur selain simbol jaringan di layar.

Ikon 5G Hanya Menunjukkan Koneksi, Bukan Jaminan Kecepatan

Indikator 5G pada ponsel pada dasarnya menunjukkan bahwa perangkat telah terhubung atau mendeteksi jaringan 5G. Namun, ikon tersebut tidak menjelaskan seberapa besar kapasitas jaringan yang sedang tersedia untuk pengguna.

Kecepatan internet yang dirasakan ditentukan oleh kualitas sinyal, ketersediaan spektrum, jumlah pengguna dalam satu area, kemampuan BTS, hingga jalur internet dari BTS menuju pusat data operator. Karena itu, sinyal 5G yang kuat tetap dapat terasa biasa saja ketika jaringan sedang padat atau kapasitas di area tersebut terbatas.

Kondisi ini mirip jalan raya. Jalan yang lebih modern tidak otomatis membuat perjalanan lebih cepat apabila sedang dipenuhi kendaraan. Teknologi 5G menyediakan potensi jalur yang lebih lebar, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada kepadatan lalu lintas data.

Frekuensi yang Dipakai Sangat Menentukan

Salah satu alasan utama 5G belum tentu lebih cepat dari 4G adalah perbedaan pita frekuensi. Jaringan 5G dapat berjalan pada frekuensi rendah, menengah, maupun tinggi. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda.

Frekuensi rendah cenderung menjangkau wilayah lebih luas dan lebih baik menembus bangunan. Namun, kapasitas data yang tersedia belum tentu sebesar frekuensi menengah atau tinggi. Karena itu, 5G pada frekuensi rendah bisa memberi kecepatan yang tidak terpaut jauh dari 4G, meski jangkauannya lebih baik.

Sebaliknya, frekuensi menengah dapat menawarkan keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas. Sementara itu, frekuensi tinggi berpotensi memberi kecepatan sangat besar, tetapi jangkauannya lebih pendek dan lebih mudah terhalang dinding, pepohonan, maupun bangunan.

Artinya, label 5G tidak selalu menggambarkan jenis frekuensi yang sedang digunakan ponsel. Dua pengguna yang sama-sama memakai 5G dapat memperoleh pengalaman internet berbeda karena berada di area dan pita frekuensi yang tidak sama.

Jaringan 5G di Area Tertentu Bisa Sedang Padat

Kepadatan pengguna menjadi faktor penting dalam kualitas koneksi. Saat banyak orang memakai jaringan pada waktu bersamaan, kapasitas BTS harus dibagi ke banyak perangkat. Situasi ini sering terjadi di pusat perbelanjaan, stasiun, stadion, konser, kawasan perkantoran, atau tempat wisata.

Ketika jaringan 5G di suatu lokasi belum memiliki kapasitas besar, pengguna dapat mengalami kecepatan yang menurun. Dalam keadaan tertentu, jaringan 4G yang sudah matang dan memiliki infrastruktur lebih luas justru bisa memberi koneksi lebih stabil.

Karena itu, 4G tidak otomatis kalah. Teknologi ini telah digunakan lebih lama, sehingga operator biasanya sudah memiliki jaringan, optimasi, dan cakupan yang lebih mapan di banyak wilayah.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com