Tips n Trik . 09/09/2026, 12:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Google menegaskan bahwa password tidak akan diminta melalui email, pesan, atau panggilan telepon. Permintaan kode OTP, kode cadangan, password, atau persetujuan login dari orang lain harus dianggap sebagai tanda bahaya.
Aplikasi pihak ketiga yang pernah dihubungkan ke akun Google dapat memiliki izin untuk mengakses informasi tertentu. Ada aplikasi yang memang dibutuhkan, tetapi akses aplikasi lama dan tidak dikenal dapat meningkatkan risiko keamanan.
Buka Akun Google lalu periksa aplikasi yang terhubung. Cabut akses aplikasi yang tidak dikenal, sudah tidak digunakan, atau tidak jelas manfaatnya. Pengguna juga perlu memeriksa ekstensi pada browser, terutama ekstensi yang dipasang dari sumber tidak resmi.
Google mengingatkan bahwa semakin banyak aplikasi dipasang pada perangkat, semakin besar pula kemungkinan munculnya celah keamanan. Karena itu, cukup instal aplikasi dan ekstensi yang memang diperlukan.
Sistem operasi, browser, serta aplikasi yang tidak diperbarui berpotensi memiliki celah keamanan. Pembaruan perangkat lunak sering memuat perbaikan terhadap kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
Aktifkan pembaruan otomatis bila tersedia dan jangan menunda pembaruan keamanan penting. Pastikan browser yang digunakan juga berada pada versi terbaru.
Selain itu, gunakan kunci layar pada ponsel dan laptop. Kunci layar membantu mencegah perangkat digunakan tanpa izin. Hindari menyimpan akun Google pada komputer umum, perangkat pinjaman, atau perangkat bersama tanpa keluar dari akun setelah selesai digunakan.
Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti notifikasi login dari perangkat asing, email terkirim tanpa sepengetahuan pengguna, perubahan password, nomor pemulihan yang berubah, atau aktivitas yang tidak dikenali pada Google Drive dan Google Photos.
Jika menemukan tanda tersebut, segera ganti password akun Google. Selanjutnya, keluarkan perangkat asing, periksa email serta nomor pemulihan, dan pastikan verifikasi dua langkah masih aktif dengan metode yang dikuasai sendiri.
Pada Gmail, periksa pula filter, label, dan aturan penerusan email. Pembajak dapat membuat penerusan otomatis agar tetap menerima salinan email penting, bahkan setelah password pemilik asli diubah.
Jika tidak bisa masuk ke akun, gunakan halaman pemulihan akun Google dan jawab pertanyaan yang diberikan seakurat mungkin. Jangan menunggu terlalu lama karena perubahan keamanan yang dilakukan pelaku dapat membuat proses pemulihan semakin sulit.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media