Tips n Trik . 02/09/2026, 12:03 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Dalam mode tersebut, kipas sengaja dibuat lebih agresif untuk mempertahankan performa komponen ketika temperatur meningkat.
Karena itu, suara kipas yang lebih keras belum tentu menandakan masalah jika laptop sedang menggunakan profil performa tinggi.
Sistem pendingin laptop tidak bekerja secara terpisah dari lingkungan.
Laptop menggunakan udara dari lingkungan untuk membantu mendinginkan heatsink. Jika temperatur udara di sekitar laptop sudah tinggi, kemampuan sistem untuk membuang panas dapat berkurang.
Dalam ilmu perpindahan panas, besarnya perbedaan temperatur antara objek panas dan lingkungan berpengaruh terhadap proses pelepasan panas.
Itulah sebabnya laptop yang sama dapat memiliki perilaku kipas berbeda ketika digunakan di ruangan ber-AC dibandingkan ruangan yang panas dengan sirkulasi udara terbatas.
Bukan hanya CPU yang menghasilkan panas. GPU juga dapat menjadi sumber panas besar, terutama pada laptop yang memiliki kartu grafis diskret.
Game, aplikasi desain 3D, rendering, pengeditan video, pemrosesan berbasis AI, hingga beberapa aplikasi berbasis browser dapat memanfaatkan GPU.
Ketika CPU dan GPU bekerja secara bersamaan, total panas yang harus ditangani sistem pendingin meningkat.
Pada banyak laptop, CPU dan GPU bahkan berbagi sebagian sistem pendinginan yang sama. Karena itu, peningkatan aktivitas salah satu komponen dapat membuat kipas berputar lebih cepat.
Tidak selalu.
Kecepatan kipas yang meningkat sebenarnya menunjukkan sistem pendingin sedang merespons kenaikan temperatur. Dalam kondisi tertentu, suara kipas yang keras justru merupakan bagian dari mekanisme perlindungan perangkat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media