Gadget . 01/09/2026, 13:23 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Satu frame mungkin digunakan untuk mempertahankan highlight, frame lain menangkap detail bayangan, sedangkan beberapa frame tambahan digunakan untuk mengurangi noise.
Hasil akhirnya merupakan foto yang sudah melalui berbagai tahapan komputasi.
Inilah salah satu alasan dua HP yang menggunakan sensor kamera sama belum tentu menghasilkan foto identik.
Produsen dapat menggunakan algoritma berbeda untuk menentukan warna kulit, saturation, sharpening, HDR, white balance, hingga pengurangan noise.
Bahkan cara kamera menentukan bagian foto mana yang perlu dipertajam dapat berbeda.
Meski bukan jaminan kualitas foto terbaik, resolusi 200 MP bukan sekadar angka pemasaran tanpa manfaat.
Resolusi tinggi sangat berguna ketika kondisi pencahayaan mencukupi dan pengguna membutuhkan detail sebanyak mungkin.
Foto pemandangan, bangunan, dokumen, atau objek dengan tekstur kompleks dapat memperoleh keuntungan dari jumlah piksel yang besar.
Kemampuan cropping juga menjadi salah satu manfaat terbesarnya.
Sebuah bagian kecil dari foto 200 MP masih dapat memiliki resolusi cukup tinggi untuk digunakan sebagai gambar tersendiri.
Beberapa produsen bahkan memanfaatkan sensor beresolusi tinggi untuk memberikan pembesaran digital atau in-sensor zoom tanpa harus selalu menggunakan kamera telefoto.
Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada kualitas sensor, lensa, pencahayaan, dan pemrosesan gambar.
Misalnya terdapat dua smartphone.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media