Gadget . 01/09/2026, 13:23 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Masalahnya, memasukkan 200 juta piksel ke dalam sensor smartphone yang ukurannya relatif kecil membutuhkan piksel individual yang sangat kecil.
Sebagai contoh, sensor Samsung ISOCELL HP2 memiliki resolusi 200 MP dengan ukuran piksel sekitar 0,6 mikrometer dan format optik 1/1,3 inci. Samsung sendiri menjelaskan bahwa ketika ukuran piksel mengecil, jumlah elektron yang dapat ditampung setiap piksel juga berkurang sehingga dapat memengaruhi reproduksi gambar.
Karena alasan inilah produsen sensor mengembangkan berbagai teknologi untuk mengompensasi ukuran piksel yang kecil.
Menariknya, smartphone yang memiliki kamera 200 MP biasanya tidak selalu menyimpan foto dalam resolusi 200 MP.
Dalam penggunaan normal, kamera dapat menggunakan teknologi yang disebut pixel binning.
Teknologi tersebut menggabungkan informasi dari beberapa piksel kecil menjadi satu piksel virtual yang lebih besar.
Samsung ISOCELL HP2, misalnya, dapat menggabungkan empat piksel untuk menghasilkan gambar sekitar 50 MP atau menggabungkan 16 piksel untuk menghasilkan gambar sekitar 12,5 MP ketika kondisi pencahayaan membutuhkan sensitivitas cahaya lebih tinggi.
Dengan konfigurasi 16 piksel menjadi satu, ukuran piksel efektifnya dapat disimulasikan menjadi sekitar 2,4 mikrometer.
Tujuannya bukan sekadar mengurangi ukuran file.
Penggabungan piksel membantu meningkatkan sensitivitas cahaya sehingga gambar malam dapat memiliki noise lebih rendah dan detail yang lebih mudah dipertahankan.
Karena itu, kamera 200 MP sebenarnya menawarkan fleksibilitas. Dalam kondisi terang, sensor dapat memanfaatkan resolusi tinggi. Sementara ketika cahaya berkurang, beberapa piksel dapat digabungkan untuk meningkatkan kemampuan menangkap cahaya.
Sensor beresolusi tinggi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila kualitas lensa tidak mampu meneruskan detail yang cukup.
Sebelum cahaya mencapai sensor, cahaya harus melewati sistem lensa kamera.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media