Tips n Trik . 01/09/2026, 11:55 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kecerdasan buatan atau AI di smartphone berkembang dari sekadar chatbot menjadi asisten digital yang dapat memahami konteks kehidupan penggunanya. AI tidak lagi hanya menjawab pertanyaan umum, tetapi mulai dapat mencari informasi dalam pesan, menemukan foto tertentu, membaca jadwal kalender, hingga membantu mengirim pesan atau membuat agenda baru.
Kemampuan tersebut tentu membuat smartphone semakin praktis. Pengguna dapat meminta AI mencari foto liburan beberapa tahun lalu, merangkum pesan yang belum sempat dibaca, atau mengingatkan jadwal penerbangan berdasarkan informasi yang tersimpan di perangkat.
Namun, kemampuan yang sama juga menimbulkan pertanyaan penting: jika AI bisa mengakses pesan, foto, kalender, kontak, dan data pribadi lainnya, apakah privasi pengguna masih aman?
Jawabannya tidak sesederhana aman atau tidak aman. Tingkat risikonya sangat bergantung pada bagaimana AI mendapatkan akses, di mana data diproses, apakah informasi dikirim ke server, serta pengaturan privasi yang dipilih pengguna.
AI generasi baru dirancang untuk memahami konteks pribadi pengguna.
Asisten AI akan jauh lebih berguna apabila tidak hanya mengetahui informasi umum dari internet, tetapi juga dapat memahami informasi yang relevan dengan kehidupan pemilik smartphone.
Misalnya, pengguna dapat bertanya, "Kapan jadwal dokter saya berikutnya?"
Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, AI kemungkinan perlu mencari informasi pada kalender, email, pesan, atau aplikasi lain yang memang telah mendapatkan izin.
Contoh lain adalah perintah untuk menemukan foto tertentu.
Pengguna mungkin cukup mengatakan, "Cari foto mobil biru yang saya ambil ketika liburan tahun lalu."
AI kemudian menganalisis informasi dalam galeri untuk menemukan gambar yang sesuai tanpa pengguna harus menggulir ribuan foto secara manual.
Google bahkan telah memperluas konsep ini melalui Personal Intelligence pada Gemini. Sistem tersebut dapat menghubungkan informasi dari sejumlah layanan seperti Gmail dan Google Photos apabila pengguna mengaktifkannya. Google menyatakan pengguna dapat memilih aplikasi mana yang ingin dihubungkan dan dapat memutuskan koneksi tersebut kembali.
Dengan kata lain, akses terhadap data pribadi bukan sekadar konsekuensi dari AI, tetapi justru menjadi salah satu komponen utama yang membuat AI dapat bertindak sebagai asisten pribadi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media