Cyber . 18/08/2026, 11:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Artificial intelligence atau AI semakin masuk ke berbagai jenis pekerjaan. Teknologi ini sudah digunakan untuk menulis, merangkum dokumen, menganalisis data, membuat presentasi, mencari informasi, menerjemahkan bahasa, hingga membantu pemrograman.
Kondisi tersebut membuat banyak pekerja mulai menghadapi pertanyaan baru. Haruskah menggunakan AI agar tidak tertinggal?
Sejumlah profesor yang meneliti teknologi dan dunia kerja memberikan pandangan yang menarik. AI memang dapat meningkatkan kemampuan pekerja, tetapi manfaat tersebut sangat bergantung pada bagaimana teknologi digunakan.
AI tidak selalu harus mengambil alih pekerjaan manusia. Dalam banyak situasi, teknologi justru dapat menjadi alat untuk membantu manusia menyelesaikan pekerjaan yang lebih sulit.
Daron Acemoglu, Institute Professor of Economics di Massachusetts Institute of Technology atau MIT, merupakan salah satu ekonom yang banyak meneliti hubungan antara teknologi, pekerjaan, produktivitas, dan ketimpangan.
Dalam berbagai penelitiannya mengenai AI, Acemoglu menekankan pentingnya membedakan teknologi yang benar-benar meningkatkan kemampuan manusia dengan teknologi yang hanya digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan.
Perbedaan tersebut sangat penting.
Jika AI digunakan untuk mengambil alih tugas yang sebelumnya dilakukan manusia, perusahaan memang dapat mengurangi waktu atau biaya. Namun, manfaat tersebut belum tentu meningkatkan kemampuan pekerja.
Sebaliknya, apabila AI digunakan untuk membantu manusia menyelesaikan tugas yang lebih kompleks, teknologi dapat memberikan manfaat yang berbeda.
Pandangan ini menunjukkan bahwa pertanyaan mengenai AI tidak seharusnya berhenti pada apakah teknologi tersebut mampu melakukan sebuah pekerjaan. Yang lebih penting adalah apakah penggunaan AI membuat manusia menjadi lebih produktif dan memiliki kemampuan yang lebih tinggi.
David Autor, Daniel (1972) and Gail Rubinfeld Professor di MIT Department of Economics, merupakan profesor yang sangat relevan ketika membahas hubungan AI dan pekerjaan.
Penelitian Autor banyak membahas perubahan teknologi, pasar tenaga kerja, keterampilan, ketimpangan pendapatan, serta bagaimana teknologi dapat memengaruhi jenis pekerjaan yang tersedia.
Dalam kajiannya mengenai AI dan pekerjaan kelas menengah, Autor melihat adanya peluang agar AI membantu lebih banyak orang melakukan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan keahlian tinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media