Cyber . 13/08/2026, 19:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Foto buram dapat terjadi karena tangan bergerak ketika tombol rana ditekan atau karena objek bergerak terlalu cepat.
AI dapat membantu mendeteksi pergerakan tersebut dan memilih atau menggabungkan frame yang paling sesuai.
Sistem juga dapat memperkirakan bagian gambar yang mengalami pergerakan sehingga pemrosesan dapat dilakukan secara berbeda pada area tersebut.
Masalah ini menjadi semakin penting karena smartphone sering digunakan untuk memotret anak-anak, hewan, olahraga, konser, dan berbagai aktivitas yang berlangsung cepat.
Dengan pemrosesan berbasis AI, pengguna tidak selalu harus memahami shutter speed atau pengaturan kamera lainnya untuk mendapatkan gambar yang relatif tajam.
AI tidak hanya bekerja pada saat foto dibuat.
Teknologi ini juga mulai digunakan untuk membantu pengguna memilih hasil terbaik dari sekumpulan gambar.
Google, misalnya, memperkenalkan Magic Capture pada Pixel 11. Fitur tersebut dapat merekam hingga dua menit ketika pengguna berada dalam sebuah momen tertentu dan kemudian menggunakan AI untuk memilih serta menghasilkan foto berkualitas dari rekaman tersebut. (WIRED)
Konsep ini menarik karena pengguna tidak harus terus-menerus menekan tombol kamera.
Kamera dapat mengambil banyak informasi terlebih dahulu, kemudian AI membantu menentukan bagian yang paling layak digunakan.
Meski memiliki banyak kelebihan, penggunaan AI pada kamera juga menimbulkan persoalan baru.
Semakin banyak pemrosesan dilakukan, semakin besar kemungkinan foto mengalami perubahan dari kondisi sebenarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media