Bos Nvidia Sebut Narasi AI Bisa Memusnahkan Manusia Tak Berdasar Sains
CEO Nvidia Jensen Huang menolak anggapan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan membawa manusia menuju kepunahan
fin.co.id - CEO Nvidia Jensen Huang menolak anggapan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan membawa manusia menuju kepunahan dalam beberapa tahun mendatang.
Huang menyebut berbagai prediksi ekstrem mengenai AI sebagai "doomsday narratives" atau narasi kiamat. Menurutnya, kekhawatiran terhadap keamanan AI tetap perlu diperhatikan, tetapi prediksi bahwa teknologi tersebut akan mengakhiri kehidupan manusia dalam waktu dekat tidak memiliki dasar ilmiah yang memadai.
Pernyataan tersebut disampaikan Huang dalam wawancara dengan CBS News di tengah meningkatnya perdebatan mengenai seberapa besar ancaman yang dapat ditimbulkan AI.
"2030 tidak akan menjadi akhir dunia. Peluang bahwa itu akan menjadi akhir dunia adalah 0 persen," kata Huang.
Baca Juga
Ia juga menilai bahwa menakut-nakuti masyarakat dengan skenario kehancuran manusia merupakan pendekatan yang tidak diperlukan.
Perdebatan Risiko AI Kembali Memanas
Pernyataan Huang muncul setelah mantan peneliti Anthropic, Jacob Coxon, menyampaikan kekhawatirannya mengenai perkembangan teknologi AI.
Coxon sebelumnya mengatakan bahwa terdapat pengembang AI yang benar-benar percaya teknologi tersebut berpotensi membunuh seluruh manusia pada akhir dekade ini.
Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan lebih luas mengenai keamanan AI dan kecepatan pengembangan model yang semakin canggih.
Sejumlah tokoh industri teknologi, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO OpenAI Sam Altman, sebelumnya juga telah berbicara mengenai risiko yang dapat muncul dari perkembangan AI tingkat lanjut.
Baca Juga
Namun, Huang menilai perlu ada pemisahan antara kekhawatiran terhadap keamanan AI dan klaim bahwa AI akan menyebabkan kepunahan manusia dalam waktu dekat.
Dalam wawancara yang ditayangkan CBS, Huang mengatakan kekhawatiran terhadap keamanan teknologi pada dasarnya tidak salah.
"Yang ingin saya pastikan adalah, pada dasarnya kekhawatiran itu tidak salah," ujar Huang.
Namun, menurutnya, narasi dramatis mengenai akhir dunia akibat AI tidak didasarkan pada fakta maupun ilmu pengetahuan.