Cyber . 07/08/2026, 10:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Layanan ini diperkirakan mulai tersedia pada akhir 2027 setelah satelit Starlink V3 mulai diluncurkan dalam jumlah besar. Jika berjalan sesuai rencana, Starlink Mobile akan menjadi pesaing baru bagi operator seluler tradisional, khususnya di wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan darat.
Meski optimistis, jalan menuju dominasi pasar internet global masih panjang.
Saat ini Starlink dilaporkan memiliki sekitar 12 juta pelanggan di seluruh dunia. Angka tersebut masih jauh di bawah jumlah pelanggan operator telekomunikasi besar yang mencapai ratusan juta koneksi.
Selain itu, keberhasilan Starlink bergantung pada beberapa faktor penting, mulai dari keberhasilan operasional Starship, peluncuran puluhan ribu satelit generasi baru, hingga kemampuan menarik pengguna agar beralih dari operator seluler yang sudah mapan. Sejumlah analis juga menilai layanan satelit kemungkinan akan melengkapi, bukan sepenuhnya menggantikan, jaringan telekomunikasi berbasis darat.
Ambisi Elon Musk menjadikan Starlink sebagai penyedia internet terbesar di dunia menunjukkan besarnya arah pengembangan internet satelit dalam beberapa tahun ke depan. Kehadiran satelit Starlink V3, dukungan roket Starship, serta rencana peluncuran Starlink Mobile pada 2027 menjadi fondasi utama untuk mewujudkan target tersebut.
Meski demikian, berbagai tantangan teknis, regulasi, dan persaingan dengan operator telekomunikasi konvensional masih akan menjadi faktor penentu apakah visi besar tersebut benar-benar dapat direalisasikan.
Referensi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media