Kesalahan saat Membuat Prompt AI yang Bikin Hasil Gambar Kurang Realistis
Teknologi AI kini mampu menghasilkan gambar yang terlihat sangat nyata hanya dari sebuah deskripsi teks atau prompt. Namun, tidak sedikit pengguna yang kecewa
Akibatnya, AI mengisi latar belakang secara acak sehingga terlihat kurang menyatu dengan subjek.
Sebutkan lokasi secara spesifik, misalnya taman kota, ruang kerja modern, pegunungan berkabut, kafe bergaya industrial, atau jalanan Tokyo pada malam hari.
Tidak Menyebutkan Gaya Fotografi
Jika menginginkan hasil menyerupai foto sungguhan, beri petunjuk mengenai karakter visual yang diharapkan.
Contohnya meliputi fotografi realistis, DSLR, shallow depth of field, natural lighting, cinematic, ultra realistic, photorealistic, atau high detail.
Baca Juga
Deskripsi seperti ini membantu AI menghasilkan gambar yang lebih mendekati foto dibanding ilustrasi digital.
Mengabaikan Konsistensi Prompt
Saat menghasilkan beberapa gambar sekaligus, banyak pengguna mengubah prompt secara drastis di setiap percobaan.
Akibatnya, sulit mengetahui bagian mana yang sebenarnya memengaruhi hasil akhir.
Cara yang lebih efektif adalah mengubah satu atau dua elemen setiap kali mencoba, misalnya hanya mengganti pencahayaan atau sudut kamera. Dengan begitu, Anda bisa memahami pengaruh setiap perubahan terhadap hasil gambar.
Baca Juga
Tidak Memanfaatkan Prompt Negatif
Sebagian AI gambar menyediakan fitur negative prompt untuk memberi tahu hal-hal yang tidak diinginkan.
Contohnya seperti blurry, low quality, extra fingers, deformed hands, watermark, text, logo, noise, atau bad anatomy.
Dengan menghilangkan elemen-elemen tersebut, peluang mendapatkan gambar yang lebih bersih dan realistis menjadi lebih besar.