Kesalahan saat Membuat Prompt AI yang Bikin Hasil Gambar Kurang Realistis
Teknologi AI kini mampu menghasilkan gambar yang terlihat sangat nyata hanya dari sebuah deskripsi teks atau prompt. Namun, tidak sedikit pengguna yang kecewa
Gunakan deskripsi seperti close-up, eye level, low angle, high angle, portrait shot, wide shot, atau over-the-shoulder sesuai kebutuhan.
Terlalu Banyak Instruksi dalam Satu Prompt
Sebagian pengguna justru melakukan kesalahan sebaliknya, yaitu memasukkan terlalu banyak objek, aktivitas, dan gaya dalam satu prompt.
Misalnya meminta AI membuat gambar futuristik, bergaya anime, realistis, cyberpunk, vintage, sekaligus dokumenter dalam satu deskripsi.
Instruksi yang saling bertentangan membuat AI kesulitan menentukan prioritas sehingga hasil akhirnya tidak konsisten.
Baca Juga
Menggunakan Kata yang Terlalu Umum
Kata seperti "bagus", "keren", atau "cantik" memiliki makna yang sangat subjektif.
AI lebih mudah memahami deskripsi yang konkret dibandingkan penilaian yang bersifat umum.
Daripada menulis "mobil keren", lebih baik tuliskan "mobil sport merah mengilap dengan desain aerodinamis diparkir di jalan kota saat matahari terbenam".
Mengabaikan Detail Wajah dan Tangan
Baca Juga
Meski teknologi AI terus berkembang, wajah dan tangan masih menjadi bagian yang paling sulit dihasilkan secara sempurna.
Karena itu, tambahkan deskripsi yang membantu AI, misalnya ekspresi wajah, arah pandangan, posisi jari, atau pose tangan.
Semakin jelas deskripsi yang diberikan, semakin kecil kemungkinan muncul jari berlebih atau anatomi yang tidak wajar.
Tidak Menjelaskan Latar Belakang
Sering kali pengguna hanya fokus pada objek utama tanpa memberikan informasi mengenai lingkungan di sekitarnya.