Cyber . 26/07/2026, 16:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Semakin banyak konsumen yang memilih pembayaran non-tunai karena dianggap lebih praktis dan aman. Menyediakan QRIS dapat memberikan kesan bahwa usaha Anda mengikuti perkembangan teknologi.
QRIS memerlukan akses internet agar transaksi dapat diproses. Jika jaringan sedang bermasalah di sisi pembeli atau penjual, pembayaran dapat tertunda atau gagal.
Sebagian transaksi QRIS dikenakan Merchant Discount Rate (MDR), yaitu biaya layanan yang dibebankan kepada merchant sesuai ketentuan yang berlaku. Meski tarifnya relatif kecil, biaya ini tetap perlu diperhitungkan dalam operasional usaha.
Pelaku kejahatan dapat menempelkan QR Code palsu di atas QRIS milik merchant. Apabila pelanggan tidak memeriksa nama penerima pembayaran, dana bisa masuk ke rekening yang salah.
Karena itu, pemilik usaha sebaiknya rutin memeriksa kondisi QRIS yang dipasang di lokasi usaha.
Meski jarang terjadi, gangguan pada sistem bank, penyedia pembayaran, atau jaringan dapat menyebabkan transaksi tertunda. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya pemilik usaha tetap menyediakan alternatif pembayaran lain.
Sebagian pelanggan masih lebih nyaman menggunakan uang tunai. Oleh karena itu, pelaku usaha sebaiknya tetap menerima pembayaran tunai agar dapat melayani seluruh kalangan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media