Tips n Trik . 23/07/2026, 14:35 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Email menjadi salah satu akun digital yang paling penting saat ini. Selain digunakan untuk berkirim pesan, email juga terhubung dengan berbagai layanan seperti media sosial, mobile banking, marketplace, hingga akun kerja. Karena itulah akun email sering menjadi target utama para pelaku kejahatan siber.
Masalahnya, banyak orang baru menyadari akun emailnya diretas setelah terlambat. Padahal, ada sejumlah tanda yang bisa dikenali sejak awal. Jika kamu menemukan beberapa gejala berikut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dan amankan akun sebelum kerugian menjadi lebih besar.
Email ibarat pintu utama menuju identitas digital seseorang. Jika seseorang berhasil mengambil alih akun email, mereka berpotensi mengakses layanan lain melalui fitur lupa kata sandi.
Menurut panduan keamanan dari Google dan Microsoft, pengambilalihan akun (account takeover) umumnya terjadi karena kata sandi yang lemah, kebocoran data, serangan phishing, atau malware yang mencuri informasi login.
Salah satu tanda paling jelas adalah muncul notifikasi login dari kota, negara, atau perangkat yang tidak pernah kamu gunakan.
Sebagian besar penyedia email menyediakan riwayat aktivitas login. Jika terlihat akses dari lokasi yang asing, jangan abaikan karena bisa menjadi indikasi seseorang berhasil masuk ke akunmu.
Jika kamu yakin memasukkan password dengan benar tetapi tetap tidak bisa login, kemungkinan password telah diubah oleh pihak lain.
Peretas sering mengganti password sesaat setelah berhasil masuk agar pemilik asli kehilangan akses ke akun.
Periksa folder Sent atau Terkirim. Bila terdapat email yang tidak pernah kamu kirim, apalagi berisi tautan mencurigakan atau promosi, akunmu kemungkinan sedang digunakan untuk menyebarkan spam.
Ini merupakan salah satu ciri akun email yang telah diambil alih.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media