Cyber

Rahasia di Balik Kemampuan Mesin ATM Mendeteksi Uang Palsu

Mesin ATM tidak sekadar menghitung uang yang dimasukkan pengguna. Pada mesin yang dilengkapi fitur setoran tunai, terdapat mekanisme pemindai dan

Rahasia di Balik Kemampuan Mesin ATM Mendeteksi Uang Palsu
ATM Menolak Uang Setor Tunai, Ilustrasi: DALL·E 3

Pemeriksaan ukuran juga berguna untuk mendeteksi kondisi yang tidak sesuai, misalnya uang yang terlalu rusak, terlipat, atau memiliki dimensi berbeda dari standar yang dikenali perangkat.

Namun, ukuran yang sesuai bukan bukti bahwa uang tersebut asli. Uang palsu dapat dibuat dengan dimensi yang mendekati uang asli. Oleh sebab itu, pemeriksaan fisik perlu dikombinasikan dengan analisis karakteristik lainnya.

3. Sensor Dapat Membaca Karakteristik yang Tidak Terlihat Mata

Salah satu alasan mesin penerima uang dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut adalah kemampuannya membaca karakteristik tertentu yang tidak mudah dikenali secara langsung.

Pada uang kertas, fitur keamanan dapat mencakup tanda air, benang pengaman, tinta khusus, serta elemen yang memiliki respons tertentu terhadap cahaya atau kondisi pengamatan tertentu. Fitur yang tersedia berbeda menurut mata uang dan desain uang yang diterbitkan.

Pada perangkat yang mendukungnya, sensor optik dapat memeriksa respons uang terhadap cahaya tertentu. Sensor lain dapat membaca karakteristik magnetik atau sifat fisik lain apabila fitur tersebut relevan dengan desain uang yang diperiksa.

Mesin tidak harus menggunakan seluruh metode tersebut sekaligus. Jenis sensor dan karakteristik yang diperiksa bergantung pada model perangkat serta mata uang yang didukung.

Prinsipnya, semakin banyak karakteristik yang dapat diperiksa secara konsisten, semakin banyak informasi yang tersedia bagi sistem untuk menilai apakah uang memenuhi kriteria penerimaan.

4. Perangkat Lunak Membandingkan Data dengan Pola Referensi

Sensor hanya menghasilkan data. Untuk menentukan apakah uang dapat diterima, mesin membutuhkan perangkat lunak yang mengolah dan mengevaluasi data tersebut.

Sistem membandingkan hasil pembacaan dengan karakteristik referensi yang tersimpan atau digunakan dalam proses validasi perangkat. Pemeriksaan dapat mencakup identifikasi pecahan, posisi uang, kondisi fisik, dan sejumlah karakteristik yang relevan untuk mata uang tertentu.

Jika hasil pembacaan sesuai dengan kriteria, uang dapat diterima untuk diproses lebih lanjut. Apabila terdapat ketidaksesuaian, mesin dapat menolak uang tersebut.

Proses ini berlangsung secara otomatis dalam waktu singkat. Namun, keputusan mesin bukanlah hasil pemeriksaan forensik seperti yang dilakukan laboratorium atau petugas ahli dengan peralatan khusus.

Perangkat lunak juga dapat mengalami keterbatasan. Uang yang kusut, kotor, aus, atau rusak mungkin sulit dibaca secara konsisten. Sebaliknya, uang palsu yang memiliki karakteristik tertentu menyerupai uang asli tidak selalu dapat dikenali oleh setiap perangkat.

5. Mengapa Mesin ATM Bisa Menolak Uang Asli?

Berita Terkait