Cyber

Rahasia di Balik Kemampuan Mesin ATM Mendeteksi Uang Palsu

Mesin ATM tidak sekadar menghitung uang yang dimasukkan pengguna. Pada mesin yang dilengkapi fitur setoran tunai, terdapat mekanisme pemindai dan

Rahasia di Balik Kemampuan Mesin ATM Mendeteksi Uang Palsu
ATM Menolak Uang Setor Tunai, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Mesin ATM tidak sekadar menghitung uang yang dimasukkan pengguna. Pada mesin yang dilengkapi fitur setoran tunai, terdapat mekanisme pemindai dan sensor yang digunakan untuk memeriksa karakteristik uang kertas sebelum uang tersebut diterima dan diproses lebih lanjut. Teknologi ini membantu mengenali uang yang tidak memenuhi kriteria penerimaan, termasuk uang yang dicurigai palsu atau tidak layak diproses.

Kemampuan tersebut bekerja melalui kombinasi sensor optik, pemeriksaan karakteristik fisik, analisis pola, serta perangkat lunak yang mengolah hasil pembacaan. Meski demikian, mesin ATM tidak selalu mampu memastikan keaslian uang secara mutlak. Hasil pemeriksaan bergantung pada kemampuan perangkat, jenis uang yang didukung, dan sistem validasi yang digunakan oleh bank.

Bagaimana Mesin ATM Memeriksa Uang Kertas?

Tidak semua mesin ATM memiliki kemampuan menerima setoran tunai. Mesin yang dilengkapi fitur cash deposit atau cash recycling memiliki mekanisme lebih kompleks dibandingkan ATM yang hanya digunakan untuk menarik uang.

Ketika pengguna memasukkan uang, mesin akan membawa setiap lembar melalui jalur pemeriksaan internal. Pada tahap ini, perangkat berusaha membaca karakteristik uang dan membandingkannya dengan kriteria yang telah diprogram.

Pemeriksaan tersebut tidak hanya mengandalkan tampilan visual. Mesin dapat menggunakan sejumlah sensor untuk menilai ukuran, posisi, pola cetakan, karakteristik optik, hingga sifat magnetik tertentu pada uang kertas, bergantung pada desain dan spesifikasi perangkat.

Jika uang memenuhi kriteria penerimaan, mesin dapat melanjutkan proses sesuai mekanisme perbankan. Sebaliknya, uang yang tidak memenuhi kriteria bisa dikembalikan kepada pengguna, ditolak, atau ditangani melalui prosedur pemeriksaan lebih lanjut.

1. Sensor Optik Membaca Pola dan Karakteristik Uang

Salah satu komponen penting dalam mesin penerima uang adalah sensor optik. Sensor ini menggunakan cahaya dan sistem pembacaan untuk mengamati karakteristik permukaan uang kertas.

Mesin dapat membaca pola cetakan, perbedaan tingkat kecerahan, serta karakteristik visual lain yang dapat digunakan untuk membedakan jenis uang. Pada perangkat tertentu, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan lebih dari satu panjang gelombang cahaya, termasuk cahaya inframerah.

Teknologi tersebut membantu mesin mengenali karakteristik yang tidak selalu terlihat dengan mata telanjang. Namun, kemampuan pembacaan setiap mesin berbeda-beda. Tidak semua ATM menggunakan kombinasi sensor atau metode pemeriksaan yang sama.

Data yang diperoleh kemudian diproses oleh sistem elektronik untuk menentukan apakah uang tersebut sesuai dengan pola yang diharapkan.

2. Mesin Memeriksa Ukuran dan Posisi Uang

Uang kertas memiliki dimensi dan karakteristik fisik tertentu. Karena itu, mesin penerima uang juga perlu memeriksa ukuran serta posisi lembaran yang dimasukkan.

Sensor dapat mendeteksi panjang, lebar, orientasi, dan posisi uang ketika melewati jalur pemindai. Informasi tersebut membantu mesin mengidentifikasi jenis pecahan sekaligus memastikan uang dapat diproses dengan benar.

Berita Terkait