Cyber . 26/10/2026, 14:27 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Pada mesin penerima setoran, kemampuan mengenali Rupiah bergantung pada dukungan perangkat terhadap pecahan dan seri uang yang berlaku, serta konfigurasi pemeriksaan yang diterapkan.
Artinya, tidak tepat jika diasumsikan bahwa semua ATM di Indonesia menggunakan sensor yang sama atau memiliki kemampuan identifikasi uang palsu yang identik.
Jika masyarakat menemukan uang yang diragukan keasliannya, langkah yang lebih tepat adalah meminta pemeriksaan melalui bank atau mengikuti prosedur yang disediakan Bank Indonesia. Jangan mengedarkan kembali uang yang patut diduga palsu sebelum statusnya diperiksa.
Kemampuan mesin ATM mendeteksi uang palsu berasal dari perpaduan sensor, pembacaan karakteristik fisik dan optik, serta perangkat lunak yang menganalisis hasil pemeriksaan. Pada mesin yang mendukung setoran tunai, proses ini membantu menentukan apakah uang memenuhi kriteria untuk diterima dan diproses lebih lanjut.
Teknologi tersebut menunjukkan bagaimana prinsip penginderaan, pemrosesan sinyal, dan pengenalan pola diterapkan dalam sistem perbankan modern. Meski demikian, mesin ATM bukan alat yang menjamin keaslian uang secara mutlak. Keterbatasan sensor, kondisi uang, dan dukungan terhadap jenis mata uang tertentu tetap memengaruhi hasil pemeriksaan.
Dengan memahami cara kerjanya, masyarakat dapat mengetahui bahwa penolakan uang oleh ATM tidak selalu menandakan pemalsuan, sedangkan uang yang diterima mesin tidak otomatis memiliki jaminan keaslian mutlak. Pemeriksaan melalui prosedur resmi tetap menjadi langkah penting ketika keaslian uang diragukan.
Bank Indonesia. Ciri Keaslian Uang Rupiah.
European Central Bank. Banknote Recycling Framework.
European Central Bank. Euro Banknotes: Security Features.
International Organization for Standardization. ISO 11568: Banking - Key Management (Retail).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media