Cyber . 26/10/2026, 14:27 WIB

Rahasia di Balik Kemampuan Mesin ATM Mendeteksi Uang Palsu

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Uang yang ditolak mesin ATM tidak otomatis berarti uang tersebut palsu. Ada beberapa alasan mengapa uang asli tidak memenuhi kriteria penerimaan.

Pertama, kondisi fisiknya mungkin tidak memadai. Uang yang terlalu kusut, robek, basah, kotor, atau terlipat dapat mengganggu proses pembacaan sensor maupun pergerakannya di dalam mesin.

Kedua, posisi uang saat dimasukkan mungkin tidak sesuai dengan mekanisme penerimaan. Mesin tertentu memiliki batasan terhadap jumlah lembar, orientasi, atau kondisi uang yang dapat diproses.

Ketiga, jenis atau seri uang tertentu mungkin belum didukung oleh sistem yang digunakan mesin. Perangkat perlu memiliki konfigurasi yang sesuai agar dapat mengenali karakteristik uang yang diterima.

Keempat, gangguan teknis pada jalur uang atau sensor juga dapat memengaruhi proses penerimaan. Dalam kondisi tersebut, uang yang sebenarnya asli tetap berpotensi dikembalikan.

Karena itu, apabila uang asli ditolak, pengguna sebaiknya memeriksa kondisi uang dan mengikuti petunjuk pada layar. Jika masalah berulang, bantuan petugas bank dapat diperlukan.

Apakah Uang Palsu Bisa Lolos dari Mesin ATM?

Secara teknis, kemungkinan tersebut tidak dapat dikesampingkan. Kemampuan mesin mendeteksi uang palsu bergantung pada karakteristik yang diperiksa, kualitas sensor, perangkat lunak, dan sistem validasi yang diterapkan.

Mesin ATM dirancang untuk menjalankan pemeriksaan otomatis sesuai spesifikasinya, bukan untuk menjamin bahwa setiap uang yang diterima pasti asli. Perangkat yang berbeda dapat memiliki kemampuan identifikasi yang berbeda pula.

Selain itu, uang palsu dapat memiliki kualitas yang beragam. Perbedaan pada bahan, cetakan, atau fitur keamanan mungkin mudah dikenali oleh suatu sistem, tetapi lebih sulit dideteksi oleh sistem lain.

Dalam sistem perbankan, pemeriksaan uang juga tidak selalu berhenti pada saat uang diterima mesin. Uang yang masuk ke dalam sistem dapat menjalani proses pengelolaan dan pemeriksaan tambahan sesuai prosedur bank serta ketentuan yang berlaku.

Oleh sebab itu, penerimaan uang oleh ATM tidak seharusnya dianggap sebagai bukti mutlak keaslian uang tersebut.

Bagaimana dengan Uang Rupiah?

Uang Rupiah memiliki unsur pengaman yang dirancang untuk membantu masyarakat dan pihak terkait mengenali keasliannya. Bank Indonesia menjelaskan pemeriksaan keaslian Rupiah melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Metode tersebut membantu mengenali karakteristik visual, tekstur, serta unsur pengaman yang dapat diamati dengan cara tertentu. Pemeriksaan ini berbeda dari proses otomatis yang dilakukan mesin penerima uang, meskipun keduanya sama-sama memanfaatkan karakteristik uang sebagai dasar penilaian.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com