Tips n Trik . 19/10/2026, 14:00 WIB

Bagaimana Cara Menggunakan AI tanpa Membocorkan Data Pribadi?

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin sering digunakan untuk membantu pekerjaan, mencari informasi, merangkum dokumen, hingga menyusun tulisan. Namun, pengguna perlu berhati-hati karena informasi yang dimasukkan ke dalam layanan AI dapat mengandung data pribadi atau rahasia yang tidak seharusnya dibagikan.

Cara menggunakan AI tanpa membocorkan data pribadi adalah dengan membatasi informasi yang diberikan, menyamarkan identitas, memeriksa pengaturan privasi, dan memahami kebijakan pengelolaan data dari layanan yang digunakan. Dengan langkah yang tepat, pengguna tetap bisa memanfaatkan AI tanpa harus mengungkapkan informasi sensitif yang tidak diperlukan.

Jangan Memasukkan Informasi Pribadi yang Sensitif

Langkah pertama adalah menghindari memasukkan informasi yang dapat mengidentifikasi diri sendiri atau orang lain secara langsung. Informasi tersebut meliputi nomor identitas, alamat rumah, nomor telepon, alamat email pribadi, kata sandi, kode OTP, serta data rekening bank.

Informasi yang terlihat sepele juga bisa menjadi sensitif ketika digabungkan dengan data lainnya. Misalnya, nama lengkap, tanggal lahir, tempat bekerja, dan alamat tempat tinggal dapat membantu pihak lain mengenali identitas seseorang.

Jika membutuhkan bantuan AI untuk mengolah informasi pribadi, gunakan data yang benar-benar diperlukan. Untuk pertanyaan umum, biasanya tidak ada alasan untuk menyertakan identitas lengkap atau informasi rahasia.

Samarkan Identitas Sebelum Mengunggah Dokumen

Pengguna terkadang perlu meminta AI merangkum laporan pekerjaan, memeriksa surat, atau menganalisis dokumen. Sebelum mengunggahnya, periksa apakah terdapat nama lengkap, nomor identitas, tanda tangan, alamat, nomor telepon, atau informasi rahasia lainnya.

Informasi tersebut dapat dihapus atau diganti dengan data samaran. Sebagai contoh, nama pelanggan bisa diganti menjadi Pelanggan A, sedangkan nomor rekening diganti dengan keterangan yang tidak mengungkapkan nomor aslinya.

Menyamarkan nama saja belum tentu cukup. Dokumen masih bisa mengungkapkan identitas melalui kombinasi informasi lain, seperti jabatan yang sangat spesifik, tanggal kejadian, lokasi, atau detail transaksi. Periksa juga gambar, tabel, komentar, dan metadata dokumen apabila memuat informasi yang tidak diperlukan.

Periksa Pengaturan Privasi Layanan AI

Setiap layanan AI dapat memiliki kebijakan berbeda mengenai penyimpanan percakapan, penggunaan data untuk pengembangan model, dan pengelolaan riwayat aktivitas. Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa pengaturan privasi sebelum mulai menggunakannya.

Cari pengaturan yang berkaitan dengan riwayat percakapan, penggunaan data untuk peningkatan model, penyimpanan aktivitas, atau kontrol data. Jika tersedia pilihan untuk menonaktifkan penggunaan percakapan untuk pelatihan model, pertimbangkan untuk mengaktifkannya sesuai kebutuhan.

Namun, menonaktifkan penggunaan data untuk pelatihan tidak selalu berarti data langsung dihapus atau tidak pernah disimpan. Layanan mungkin tetap menyimpan informasi untuk menjalankan fitur, menjaga keamanan, atau memenuhi kewajiban hukum sesuai kebijakannya.

Oleh karena itu, baca penjelasan resmi dari penyedia layanan agar memahami bagaimana informasi dikelola dan berapa lama data dapat disimpan.

Hindari Mengunggah Dokumen Pekerjaan yang Rahasia

Dokumen pekerjaan sering memuat informasi yang tidak boleh dibagikan kepada pihak luar, seperti strategi bisnis, data pelanggan, laporan keuangan internal, rancangan produk, dan kontrak kerja sama.

Mengunggah dokumen tersebut ke layanan AI tanpa izin dapat menimbulkan risiko kebocoran informasi dan pelanggaran kebijakan perusahaan. Bahkan, jika nama perusahaan tidak dicantumkan, isi dokumen mungkin tetap mengungkapkan rahasia bisnis.

Jika AI diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, gunakan layanan yang telah disetujui perusahaan dan ikuti kebijakan keamanan informasi yang berlaku. Untuk dokumen sensitif, pastikan terlebih dahulu bagaimana layanan tersebut melindungi dan mengelola data.

Jika tidak yakin apakah suatu dokumen boleh diunggah, jangan langsung memasukkannya ke AI. Mintalah persetujuan pihak yang berwenang atau gunakan contoh data buatan yang tidak mengandung informasi rahasia.

Gunakan AI dari Penyedia yang Tepercaya

Tidak semua layanan AI memiliki kebijakan pengelolaan data yang sama. Sebelum menggunakan suatu platform, periksa reputasi penyedia, kebijakan privasi, ketentuan penggunaan, serta informasi mengenai cara penyimpanan dan pemrosesan data.

Hindari layanan yang meminta informasi pribadi secara berlebihan tanpa alasan yang jelas. Berhati-hatilah pula ketika menggunakan situs AI tidak resmi yang meminta kata sandi akun lain, dokumen identitas, atau izin akses yang tidak relevan.

Untuk kebutuhan pekerjaan atau organisasi, layanan dengan kontrol keamanan dan administrasi yang memadai dapat menjadi pilihan. Meski demikian, menggunakan layanan berbayar atau layanan yang diklaim aman tidak otomatis menjamin bahwa seluruh informasi terlindungi. Pengguna tetap perlu memahami ketentuan yang berlaku.

Batasi Akses AI ke Akun Pribadi

Sebagian layanan AI menawarkan integrasi dengan email, penyimpanan awan, kalender, dokumen, atau aplikasi kerja. Fitur ini dapat mempermudah aktivitas, tetapi juga memungkinkan AI mengakses informasi yang lebih luas sesuai izin yang diberikan.

Berikan akses hanya jika benar-benar diperlukan. Periksa izin yang diminta sebelum menghubungkan suatu akun dan hindari memberikan akses ke seluruh dokumen apabila AI hanya perlu membaca satu berkas tertentu.

Periksa kembali daftar aplikasi yang terhubung secara berkala. Jika integrasi sudah tidak digunakan, cabut izinnya melalui pengaturan akun yang bersangkutan.

Prinsip yang perlu diterapkan adalah membatasi akses sesuai kebutuhan. Semakin sedikit data yang dapat dijangkau suatu layanan, semakin kecil pula paparan informasi yang tidak diperlukan.

Waspadai Foto, Rekaman Suara, dan Tangkapan Layar

Risiko privasi tidak hanya berasal dari teks. Foto kartu identitas, tangkapan layar percakapan, rekaman suara, dan video juga dapat mengandung informasi pribadi.

Misalnya, tangkapan layar aplikasi perbankan mungkin memperlihatkan saldo, nomor rekening, nama lengkap, atau riwayat transaksi. Foto dokumen tertentu juga dapat memuat kode identifikasi atau informasi lokasi yang tidak terlihat secara langsung.

Sebelum mengunggah berkas semacam itu, potong bagian yang tidak relevan dan tutupi informasi sensitif. Pastikan bagian yang disamarkan benar-benar tidak dapat dipulihkan dari berkas yang diunggah.

Jika ingin meminta AI membantu memperbaiki foto atau menganalisis rekaman suara, pertimbangkan apakah identitas orang di dalamnya perlu ditampilkan. Hindari mengunggah data pribadi milik orang lain tanpa izin atau dasar yang sesuai.

Jangan Menganggap Percakapan yang Dihapus Pasti Langsung Hilang

Sebagian pengguna menganggap informasi yang dimasukkan ke AI akan hilang sepenuhnya setelah percakapan dihapus. Padahal, penghapusan riwayat yang terlihat di layar tidak selalu sama dengan penghapusan seluruh salinan data pada sistem penyedia layanan.

Kebijakan penyimpanan dapat berbeda-beda, termasuk mengenai masa penyimpanan, cadangan sistem, kebutuhan keamanan, dan kewajiban hukum. Karena itu, periksa kebijakan penghapusan data sebelum memasukkan informasi yang bersifat rahasia.

Jika tanpa sengaja mengirimkan informasi sensitif, periksa apakah layanan menyediakan fitur penghapusan percakapan atau pengelolaan data. Apabila yang terungkap adalah kata sandi, kode akses, atau kredensial penting, segera ganti atau cabut kredensial tersebut. Jika menyangkut data pekerjaan, laporkan kepada pihak yang menangani keamanan informasi di organisasi.

Langkah tersebut tidak menjamin seluruh salinan informasi langsung terhapus, tetapi dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan lebih lanjut.

Gunakan Instruksi AI Tanpa Menyertakan Data Asli

Banyak tugas dapat diselesaikan tanpa memberikan informasi pribadi yang sebenarnya. Pengguna cukup menjelaskan konteks dan kebutuhan secara umum.

Sebagai contoh, daripada mengunggah surat yang berisi identitas lengkap, pengguna dapat meminta AI memperbaiki tata bahasa surat menggunakan nama samaran dan data contoh. Untuk menganalisis laporan penjualan, pengguna juga bisa memberikan angka yang sudah dirangkum tanpa menyertakan nama pelanggan atau nomor transaksi.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip minimalisasi data, yaitu hanya mengumpulkan atau membagikan informasi yang benar-benar dibutuhkan untuk tujuan tertentu. Prinsip tersebut relevan dalam pengelolaan risiko privasi pada sistem AI, sebagaimana dibahas oleh National Institute of Standards and Technology (NIST).

Dengan membiasakan diri menggunakan contoh data, ringkasan, atau informasi yang telah disamarkan, pengguna dapat tetap memperoleh bantuan AI tanpa membuka akses ke informasi yang tidak diperlukan.

Penutup

Menggunakan AI tanpa membocorkan data pribadi bukan berarti harus menghindari seluruh teknologi kecerdasan buatan. Hal terpenting adalah memahami jenis informasi yang dibagikan, membatasi akses, dan memilih layanan dengan kebijakan pengelolaan data yang jelas.

Panduan dari NIST mengenai risiko AI generatif menekankan pentingnya mengidentifikasi dan mengelola risiko, termasuk risiko privasi. Sementara itu, Federal Trade Commission (FTC) mengingatkan penyedia layanan AI mengenai kewajiban untuk memenuhi komitmen privasi dan kerahasiaan kepada pengguna.

Dalam praktik sehari-hari, hindari memasukkan kata sandi, kode OTP, data identitas, atau dokumen rahasia ke layanan AI tanpa alasan dan perlindungan yang memadai. Periksa pula pengaturan privasi serta izin akses sebelum menggunakan fitur tambahan.

Pada akhirnya, keamanan data tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada keputusan pengguna ketika membagikan informasi. Semakin bijak pengguna membatasi data yang diberikan, semakin baik pula peluang untuk memanfaatkan AI tanpa meningkatkan risiko kebocoran informasi pribadi.

Referensi

  1. National Institute of Standards and Technology. Artificial Intelligence Risk Management Framework: Generative Artificial Intelligence Profile.

  2. Federal Trade Commission. AI Companies: Uphold Your Privacy and Confidentiality Commitments.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com