Cyber . 18/10/2026, 11:36 WIB

Apa yang Terjadi pada Data Pribadi saat Kita Mengunggahnya ke AI?

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

6. Foto dan Dokumen Bisa Mengandung Informasi yang Tidak Disadari

Data pribadi tidak hanya berupa nama, nomor telepon, atau nomor identitas. Foto dan dokumen yang tampaknya biasa juga dapat mengungkapkan informasi tambahan.

Sebuah foto dapat memperlihatkan alamat pada paket, nomor kendaraan, kartu identitas yang tertinggal di meja, atau layar komputer yang menampilkan informasi pekerjaan. Dokumen yang diunggah untuk diringkas juga mungkin memuat tanda tangan, alamat surel, nomor rekening, atau identitas orang lain.

Selain isi yang terlihat, sebagian berkas dapat memiliki metadata. Metadata merupakan informasi tambahan mengenai berkas, seperti waktu pembuatan, perangkat yang digunakan, atau informasi lokasi pada jenis foto tertentu. Ketersediaan metadata bergantung pada format berkas, pengaturan perangkat, dan proses pengunggahan.

Sebelum mengunggah foto atau dokumen, periksa seluruh bagian yang terlihat dan hapus informasi yang tidak diperlukan. Jika ingin meminta AI menganalisis format surat, misalnya, pengguna dapat mengganti nama, alamat, nomor identitas, dan tanda tangan dengan data contoh.

Dengan demikian, AI tetap dapat membantu menyelesaikan pekerjaan tanpa harus menerima seluruh informasi asli.

7. Cara Menggunakan AI tanpa Membuka Terlalu Banyak Data Pribadi

Penggunaan AI dapat tetap bermanfaat tanpa mengorbankan privasi secara berlebihan. Beberapa langkah berikut dapat diterapkan ketika menggunakan chatbot, alat analisis dokumen, atau layanan AI berbasis gambar.

Pertama, jangan mengunggah kata sandi, PIN, kode OTP, kode pemulihan akun, atau informasi autentikasi lainnya. Informasi tersebut tidak diperlukan untuk meminta bantuan AI dalam pekerjaan sehari-hari.

Kedua, samarkan data identitas sebelum mengunggah dokumen. Ganti nama asli dengan nama contoh dan tutupi nomor identitas, alamat, nomor rekening, tanda tangan, atau informasi lain yang tidak relevan dengan permintaan.

Ketiga, periksa pengaturan privasi layanan yang digunakan. Cari tahu apakah percakapan dapat digunakan untuk meningkatkan model, bagaimana riwayat disimpan, dan apakah tersedia opsi untuk menonaktifkan penggunaan data tertentu.

Keempat, gunakan layanan resmi. Periksa nama penyedia, alamat situs, kebijakan privasi, serta izin yang diminta aplikasi. Hindari memasukkan informasi pribadi ke layanan yang tidak jelas pengelolanya.

Kelima, jangan mengunggah dokumen milik orang lain tanpa alasan yang sah dan izin yang sesuai. Informasi pribadi teman, keluarga, pelanggan, atau rekan kerja juga perlu dilindungi.

Keenam, gunakan fitur penghapusan riwayat atau pengelolaan data jika tersedia. Namun, jangan menganggap penghapusan riwayat selalu berarti seluruh salinan data langsung hilang dari semua sistem.

Ketujuh, untuk pekerjaan yang melibatkan informasi rahasia perusahaan atau data pelanggan, gunakan layanan dan akun yang telah disetujui organisasi. Periksa ketentuan pengelolaan data sebelum memasukkan informasi tersebut.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com