Cyber . 18/10/2026, 11:36 WIB

Apa yang Terjadi pada Data Pribadi saat Kita Mengunggahnya ke AI?

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Pada layanan tertentu, percakapan pengguna dapat digunakan untuk membantu melatih atau menyempurnakan model, bergantung pada jenis layanan dan pengaturan privasi. Pada layanan lain, penggunaan data untuk pelatihan dapat dibatasi atau dinonaktifkan melalui pengaturan tertentu. Produk untuk perusahaan juga dapat menerapkan ketentuan yang berbeda dari layanan konsumen.

Namun, penggunaan data untuk pelatihan tidak berarti AI pasti akan mengingat seluruh isi dokumen secara persis atau menampilkan informasi tersebut kepada pengguna lain. Pelatihan model merupakan proses teknis yang berbeda dari penyimpanan riwayat percakapan.

Meski demikian, pengguna sebaiknya tidak menganggap semua informasi yang dimasukkan ke AI otomatis bersifat rahasia. Jika suatu data tidak boleh dibagikan kepada pihak luar, pilihan paling aman adalah tidak mengunggahnya kecuali layanan dan ketentuan penggunaannya memang sesuai dengan kebutuhan kerahasiaan tersebut.

4. Petugas Manusia Mungkin Dapat Meninjau Data dalam Kondisi Tertentu

Sebagian orang menganggap bahwa percakapan dengan AI hanya dapat diproses oleh mesin dan tidak mungkin dibaca manusia. Anggapan tersebut tidak selalu benar.

Bergantung pada layanan dan kebijakannya, sebagian percakapan atau data dapat ditinjau oleh petugas yang berwenang untuk keperluan tertentu, misalnya penyelidikan laporan penyalahgunaan, penanganan masalah teknis, pengawasan keamanan, atau peningkatan kualitas layanan.

Akses tersebut tidak berarti setiap percakapan pasti dibaca oleh petugas. Penyedia layanan dapat menerapkan pembatasan akses, pencatatan aktivitas, dan prosedur keamanan untuk melindungi informasi pengguna.

Walaupun demikian, pengguna tetap perlu mempertimbangkan risiko sebelum memasukkan data yang sangat sensitif. Contohnya meliputi kata sandi, kode OTP, nomor kartu pembayaran lengkap, dokumen identitas, rekam medis, informasi rekening, serta dokumen rahasia perusahaan.

Jika AI hanya membutuhkan penjelasan umum, biasanya tidak ada alasan untuk menyertakan informasi yang dapat mengidentifikasi seseorang secara langsung.

5. Data Pribadi Berisiko Terungkap jika Keamanan Bermasalah

Setiap layanan digital memiliki risiko keamanan, termasuk layanan AI. Kebocoran data dapat terjadi akibat serangan siber, kesalahan konfigurasi sistem, penyalahgunaan akses, atau kelemahan dalam pengelolaan informasi.

Risiko juga dapat muncul ketika pengguna tanpa sengaja membagikan percakapan, memberikan izin akses yang terlalu luas kepada aplikasi, atau mengunggah dokumen ke layanan AI tidak resmi yang tidak memiliki perlindungan memadai.

Misalnya, seseorang mengunggah dokumen berisi nama lengkap, alamat rumah, nomor identitas, dan informasi rekening untuk meminta AI merapikan format dokumen. Jika informasi tersebut kemudian diakses oleh pihak yang tidak berwenang akibat insiden keamanan, pengguna dapat menghadapi risiko penipuan, pencurian identitas, atau penyalahgunaan informasi.

Tidak berarti semua layanan AI memiliki tingkat keamanan yang buruk. Penyedia yang tepercaya dapat menerapkan enkripsi, pembatasan akses, pemantauan keamanan, dan mekanisme perlindungan lainnya. Namun, perlindungan teknis tidak menghilangkan seluruh risiko.

Karena itu, langkah pencegahan dari sisi pengguna tetap diperlukan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com