Tips n Trik . 18/10/2026, 14:15 WIB

Apa Risikonya jika Kita Mengizinkan Situs Web Mengirim Notifikasi?

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Mengizinkan situs web mengirim notifikasi memang bisa memudahkan kita mendapatkan informasi terbaru tanpa harus membuka halaman tersebut berulang kali. Namun, jika izin diberikan kepada sembarang situs, notifikasi yang muncul di HP atau laptop justru bisa mengganggu aktivitas, mendorong pengguna membuka situs berbahaya, hingga menjadi sarana penipuan digital.

Fitur notifikasi situs web tersedia di berbagai browser, termasuk Google Chrome, Microsoft Edge, dan Mozilla Firefox. Melalui fitur ini, situs dapat menampilkan pemberitahuan meskipun halaman webnya sedang tidak dibuka. Masalahnya, tidak semua situs menggunakan fasilitas tersebut untuk menyampaikan informasi yang benar-benar dibutuhkan pengguna.

1. Notifikasi Bisa Menjadi Sarana Penipuan

Salah satu risiko utama mengizinkan situs web mengirim notifikasi adalah munculnya pesan yang dirancang untuk menipu pengguna. Notifikasi tersebut bisa berisi klaim bahwa perangkat terkena virus, akun mengalami masalah keamanan, atau pengguna memenangkan hadiah tertentu.

Pesan semacam ini sering dibuat seolah-olah berasal dari layanan resmi. Padahal, pemberitahuan itu bisa saja dikirim oleh situs yang tidak memiliki hubungan dengan perusahaan antivirus, bank, platform media sosial, atau penyedia layanan lainnya.

Ketika pengguna mengeklik notifikasi, mereka dapat diarahkan ke halaman yang meminta kata sandi, kode OTP, informasi kartu pembayaran, atau data pribadi lainnya. Jika informasi tersebut diberikan, pelaku dapat menggunakannya untuk mengambil alih akun atau melakukan tindakan yang merugikan korban.

Karena itu, notifikasi yang muncul di layar tidak boleh langsung dipercaya. Pengguna perlu memeriksa asal pemberitahuan dan menghindari memasukkan informasi sensitif melalui halaman yang dibuka dari pesan mencurigakan.

2. Pengguna Bisa Terjebak Situs Palsu

Notifikasi situs web juga dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan pengguna ke halaman palsu yang menyerupai layanan populer. Contohnya, pemberitahuan yang mengaku berasal dari layanan pengiriman barang, platform belanja, atau penyedia layanan keuangan.

Pesan tersebut mungkin menyatakan bahwa paket tertahan, pembayaran gagal, atau akun perlu diverifikasi. Pengguna yang merasa khawatir bisa langsung mengekliknya tanpa memeriksa alamat situs tujuan.

Teknik ini berkaitan dengan phishing, yaitu upaya memperoleh informasi sensitif dengan menyamar sebagai pihak tepercaya. Menurut materi edukasi keamanan dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), phishing dapat dilakukan melalui berbagai bentuk komunikasi digital untuk mendorong korban membuka tautan berbahaya atau menyerahkan informasi pribadi.

Penting dipahami bahwa izin notifikasi tidak otomatis membuat sebuah situs dapat mencuri kata sandi atau membaca seluruh data di perangkat. Risiko muncul ketika notifikasi digunakan untuk memancing pengguna melakukan tindakan tertentu, seperti membuka halaman palsu, mengunduh berkas berbahaya, atau memasukkan informasi rahasia.

3. Layar Dipenuhi Pesan yang Tidak Penting

Risiko berikutnya adalah munculnya terlalu banyak pemberitahuan. Situs berita, toko online, layanan hiburan, dan berbagai platform lainnya dapat mengirim informasi secara berkala setelah pengguna memberikan izin.

Jika terlalu banyak situs memperoleh izin tersebut, layar HP atau laptop bisa dipenuhi pemberitahuan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi saat bekerja, belajar, membaca, atau menjalankan aktivitas lain.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com