Tips n Trik . 08/10/2026, 13:32 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Karena itu, titik mesh sebaiknya ditempatkan di lokasi yang masih mendapatkan sinyal kuat dari router utama.
Jangan menentukan posisi router hanya berdasarkan perkiraan.
Setelah memindahkan router, coba berjalan ke beberapa area rumah sambil melakukan pengujian koneksi. Periksa kamar tidur, ruang kerja, ruang keluarga, lantai atas, teras, dan lokasi lain yang sering digunakan.
Bandingkan kecepatan, stabilitas koneksi, serta kekuatan sinyal sebelum dan sesudah perubahan posisi.
Hal ini penting karena bentuk rumah dan material bangunan sangat memengaruhi perjalanan sinyal WiFi. Bahkan dua rumah dengan luas yang sama dapat membutuhkan penempatan router yang berbeda.
Secara sederhana, beberapa lokasi berikut sebaiknya dihindari:
Di dalam lemari tertutup
Di lantai
Di sudut paling ujung rumah
Di balik furnitur besar
Di dekat benda logam berukuran besar
Di balik dinding beton yang sangat tebal
Tepat di dekat microwave
Di area yang penuh perangkat elektronik
Di lokasi yang sangat jauh dari area utama penggunaan WiFi
Sebaliknya, pilih area yang relatif berada di tengah rumah, cukup tinggi, terbuka, dan minim penghalang.
WiFi merupakan komunikasi radio sehingga kualitas koneksi tidak hanya ditentukan oleh kecepatan paket internet dari ISP.
Jarak antara router dan perangkat, frekuensi yang digunakan, material bangunan, furnitur, interferensi jaringan tetangga, serta perangkat elektronik di sekitar semuanya dapat memengaruhi performa WiFi.
Karena itu, mengganti paket internet menjadi lebih cepat tidak otomatis menyelesaikan masalah jika sumber persoalannya adalah cakupan WiFi di dalam rumah.
Jika koneksi internet dari ISP sebenarnya normal tetapi kamar tertentu tetap memiliki sinyal lemah, persoalannya bisa berada pada distribusi jaringan nirkabel di rumah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media