Mengapa Refresh Rate 120Hz Tidak Selalu Berjalan 120Hz Sepanjang Waktu?
Layar dengan refresh rate 120Hz kini semakin umum ditemukan pada smartphone. Tidak hanya HP kelas flagship, sejumlah perangkat kelas menengah juga telah
Kemampuan GPU, pengaturan game, pembatasan dari pengembang, suhu perangkat, serta kebijakan sistem dapat ikut menentukan hasil akhirnya.
Mode Hemat Baterai Bisa Membatasi Refresh Rate
Refresh rate tinggi juga dapat dibatasi ketika mode penghemat baterai diaktifkan.
Android Developers secara spesifik menyebut battery saver sebagai salah satu kondisi yang dapat menyebabkan perangkat tidak menggunakan refresh rate yang diminta aplikasi.
Langkah tersebut masuk akal karena tujuan mode hemat baterai adalah menekan konsumsi energi dari berbagai komponen.
Baca Juga
Karena itu, pengguna mungkin melihat scrolling terasa sedikit berbeda setelah mode hemat baterai diaktifkan meskipun pengaturan layar sebelumnya berada pada mode refresh rate tinggi.
Suhu HP Juga Dapat Berpengaruh
Ada faktor lain yang sering luput diperhatikan, yakni temperatur perangkat.
Ketika HP menjalankan game berat dalam waktu lama, CPU dan GPU menghasilkan panas. Sistem kemudian dapat melakukan thermal throttling untuk menjaga temperatur perangkat tetap berada dalam batas operasional.
Akibatnya, kemampuan perangkat menghasilkan frame juga dapat menurun.
Baca Juga
Layar mungkin secara teknis mampu bekerja pada 120Hz, tetapi apabila game hanya dapat dirender pada 70 atau 80 fps akibat keterbatasan performa, pengalaman visualnya tentu tidak sama seperti ketika game benar-benar menghasilkan 120 fps secara stabil.
Inilah alasan angka refresh rate layar dan frame rate aplikasi tidak boleh dianggap sebagai hal yang sama.
Apakah 120Hz Tetap Berguna?
Tetap berguna.
Refresh rate tinggi sangat terasa pada aktivitas dengan banyak pergerakan, seperti scrolling halaman, navigasi antarmuka, animasi sistem, hingga memainkan game yang mendukung frame rate tinggi.