Gadget

Mengapa Refresh Rate 120Hz Tidak Selalu Berjalan 120Hz Sepanjang Waktu?

Layar dengan refresh rate 120Hz kini semakin umum ditemukan pada smartphone. Tidak hanya HP kelas flagship, sejumlah perangkat kelas menengah juga telah

Mengapa Refresh Rate 120Hz Tidak Selalu Berjalan 120Hz Sepanjang Waktu?
Refresh Rate 120Hz, Ilustrasi: DALL·E 3

Karena itu, sistem dapat menurunkan refresh rate untuk mengurangi konsumsi daya.

Google menjelaskan bahwa Adaptive Refresh Rate atau ARR pada Android memungkinkan refresh rate layar menyesuaikan dengan frame rate konten pada perangkat yang mendukungnya. Salah satu tujuannya memang mengurangi konsumsi daya.

Refresh Rate Juga Menyesuaikan Konten

Perlu dibedakan antara refresh rate dan frame rate.

Refresh rate merupakan seberapa sering layar dapat memperbarui gambar dalam satu detik, sedangkan frame rate menunjukkan berapa banyak frame yang dihasilkan oleh aplikasi, game, atau video dalam periode tersebut.

Bayangkan pengguna sedang menonton film dengan frame rate 24 fps.

Menjalankan seluruh sistem seolah-olah konten tersebut menghasilkan 120 frame berbeda setiap detik tidak otomatis membuat film menjadi lima kali lebih detail gerakannya. Sumber videonya tetap hanya menyediakan sekitar 24 frame setiap detik.

Justru sistem display modern berusaha mencocokkan karakteristik layar dengan konten agar gerakan ditampilkan dengan baik.

Android Developers memberikan contoh bahwa video 24Hz dapat ditampilkan pada layar 120Hz karena 120 merupakan kelipatan 24. Setiap frame dapat ditampilkan selama lima siklus refresh sehingga menghasilkan pola yang konsisten.

Karena alasan yang sama, perangkat dapat memilih refresh rate berbeda untuk jenis konten yang berbeda.

Aplikasi Juga Bisa Memengaruhi Refresh Rate

Kemampuan layar 120Hz juga tidak menjamin seluruh aplikasi berjalan pada 120 fps.

Aplikasi dapat memberi tahu Android mengenai frame rate yang diinginkan. Namun, dokumentasi Android menjelaskan bahwa keputusan akhirnya tetap mempertimbangkan sejumlah faktor sehingga permintaan aplikasi tidak selalu dipenuhi.

Sebagai contoh, sebuah game dapat memilih berjalan pada 60 fps untuk mengurangi konsumsi daya.

Jika game hanya menghasilkan 60 frame per detik, memiliki layar 120Hz tidak secara otomatis membuat game tersebut menghasilkan 120 fps.

Berita Terkait