Cyber . 21/09/2026, 13:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Teknologi pengisian modern tidak hanya mengirim listrik secara sederhana dari charger menuju HP.
Pada sistem seperti USB Power Delivery, perangkat dan sumber daya dapat melakukan negosiasi mengenai kebutuhan daya. Sistem menentukan tegangan dan arus yang sesuai berdasarkan kemampuan perangkat, charger, serta kabel.
USB-IF menjelaskan bahwa USB Power Delivery dapat menyediakan daya hingga 240 watt pada implementasi USB Type-C yang memenuhi persyaratan terkait.
Namun, bukan berarti setiap kabel USB-C mampu membawa daya sebesar itu.
USB-IF saat ini membedakan kemampuan daya kabel USB-C, termasuk kategori 60 W dan 240 W. Kabel dengan kemampuan tertentu juga dapat menggunakan E-marker untuk memberikan informasi elektronik mengenai kemampuan kabel.
Dengan demikian, bentuk konektornya boleh sama-sama USB-C, tetapi kemampuan kelistrikannya belum tentu sama.
Tidak selalu.
Produsen kabel dapat mengompensasi panjang tambahan dengan menggunakan konduktor yang lebih tebal, material berkualitas baik, konektor dengan resistansi rendah, serta desain yang memenuhi spesifikasi USB.
Misalnya terdapat dua kabel USB-C.
Kabel pertama panjangnya satu meter tetapi memiliki konduktor tipis dan konektor berkualitas rendah. Kabel kedua memiliki panjang dua meter tetapi menggunakan konduktor lebih tebal dan dirancang untuk membawa daya tinggi.
Kabel kedua tetap dapat memberikan performa pengisian yang lebih baik.
Karena itu, panjang sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya indikator kualitas kabel.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media